Ini Prediksi IMF Akan Ekonomi Negara-Negara Maju Imbas Covid-19

Minggu 19 April 2020 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 20 2201596 ini-prediksi-imf-akan-ekonomi-negara-negara-maju-imbas-covid-19-4icIzwkqSH.JPG IMF (Reuters)

JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan bahwa dunia sedang mengalami depresi besar. Baik negara maju maupun berkembang sama-sama memasuki resesi ekonomi.

Mengutip BBC Indonesia, Jakarta, Minggu (19/4/2020), Ekonom IMF, Gita Gopinath mengingatkan bahwa pertumbuhan di negara-negara maju tidak akan kembali ke tingkat sebelum serangan virus. Setidaknya sampai tahun 2022.

 Baca juga: BI Sebut Kepanikan di Pasar Keuangan Global Mulai Reda

Ekonomi AS diperkirakan menyusut hingga 5,9% tahun ini, mencerminkan penurunan terbesar sejak tahun 1946. Angka pengangguran di AS diperkirakan melonjak hingga ke angka 10,4% tahun ini.

Pemulihan parsial diperkirakan dimulai tahun 2021. Di mana ekonomi AS diperkirakan tumbuh 4,7%.

Ekonomi China diperkirakan tumbuh sekitar 1,2% tahun ini, yang merupakan pertumbuhan terendah sejak tahun 1976. Australia diperkirakan akan mengalami resesi pertama mereka sejak tahun 1991.

 Baca juga: Dampak Covid-19 ke Sektor Industri, Pariwisata Sangat Tinggi Sementara Farmasi Rendah

IMF memperingatkan bahwa ada “risiko-risiko lebih buruk” yang mungkin terjadi.

Menurut IMF, jika pengendalian pandemi ini memerlukan waktu lebih lama, dan jika ada gelombang wabah yang kedua pada tahun 2021, maka ini akan menurunkan lagi tambahan 8% dari GDP global.

Kata IMF, skenario ini bisa memicu kemerosotan lebih dalam bagi negara-negara yang terlilit utang. Dalam skenario ini, investor mungkin tak bersedia meminjamkan uang kepada negara-negara ini yang akan meningkatkan biaya peminjaman.

"Ini meningkatkan biaya pinjaman luar negeri atau kekhawatiran untuk mewujudkan pinjaman itu. Ini bisa mengakibatkan negara-negara calon peminjam tak mampu menyediakan sumber penghasilan yang sudah mereka asumsikan sebelumnya," kutip keterangan IMF.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini