Fakta soal Erick Thohir Sedih Industri Farmasi Masih Impor Bahan Baku Obat

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 20 April 2020 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 19 320 2201667 fakta-soal-erick-thohir-sedih-industri-farmasi-masih-impor-bahan-baku-obat-p9Li9v3xkb.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Okezone)

JAKARTA - Industri farmasi menjadi kegiatan ekonomi yang sangat dibutuhkan saat ini. Terutama, di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.

Sayangnya, industri farmasi Indonesia masih sering melakukan impor. Terutama bahan baku obat.

Hal ini menjadi concern Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Di Mana, tak hanya obat, alat kesehatan pun juga berasal dari luar negeri.

 Baca juga: Ini 4 Langkah Presiden Jokowi Genjot Industri Alat Kesehatan 

Oleh karena itu, Jakarta, Senin (20/4/2020), berikut fakta-fakta akan impor bahan baku obat:

1. Menteri Erick Thohir Sebut 90% Bahan Baku Obat Diimpor

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyoroti bahan baku obat yang saat ini masih impor. Apalagi di tengah pandemi corona atau covid-19 ini industri obat sangat dibutuhkan.

"Sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini 90% bahan baku industri obat dari luar, bahan baku alat kesehatan juga mayoritas dari luar negeri," kata Erick.

 Baca juga:  Jokowi: Berikan Tambahan Modal UMKM Segera Mungkin, Jangan Sampai Tutup 

2. Erick Thohir Minta Impor Bahan Baku Obat Dikurangi

Dalam situasi pandemi corona, Erick mendorong agar impor tersebut dikurangi. Meskipun dia menyadari tidak semua bahan baku bisa didapatkan di Indonesia.

"Janganlah negara besar ini ada praktek yang kotor, sehingga tadi bahan baku mesti impor, jadi sekalian harus bongkar seperti itu," katanya.

3. Bahan Baku Obat Corona Berasal dari India

Pemerintah saat inii terus mendatangkan berbagai alat kesehatan juga obat-obatan untuk menangani peningkatan pasien Covid-19. Salah satu obat yang akan didatangkan dari India yakni Oseltamivir.

"Obat itu untuk Covid-19 sama seperti Chloroquine. Kita ambil untuk bahan baku 500.000 tablet. Kita beli dari India dan yang bikin Biofarma," kata Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga.

4, Kurangi Impor, RI Targetkan Produksi APD

Pemerintah menargetkan memproduksi 16.000 Alat Pelindung Diri (APD) per hari untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

APD yang diproduksi ini menggunakan bahan lokal dengan 100% berbahan polyster.

"Kita targetkan produksi bisa dikejar sampai 16.000 APD per hari," ujar Juru Bicara Pemerintah Terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

5. Bahan Baku APD dari Dalam Negeri

Pemerintah Indonesia menyatakan sudah memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan virus corona atau Covid-19 dengan menggunakan 100% bahan baku lokal.

Pemenuhan APD untuk tenaga medis juga wujud keseriusan pemerintah dalam penanganan virus corona.

"Kita patut bersyukur bahwa saat ini sudah bisa diproduksi dengan bahan baku lokal yaitu dengan bahan polyster 100%. Ini adalah upaya kita penuhi kebutuhan APD dengan medical grade dengan standar perlindungan maksimal bagi seluruh petugas medis," kata Juru Bicara Pemerintah Terkait Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini