Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terkait Mafia Alat Kesehatan, DPR Minta BUMN Farmasi Transparan

Giri Hartomo , Jurnalis-Selasa, 21 April 2020 |17:48 WIB
Terkait Mafia Alat Kesehatan, DPR Minta BUMN Farmasi Transparan
Masker (Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) meminta kepada meminta agar pendistribusian dan pengadaan alat kesehatan dilakukan secara transparan. Mengingat, impor besar-besaran bahan baku alat kesehatan ini tidak sebanding dengan stok yang ada di dalam negeri.

Misalnya saja impor masker dari luar negeri oleh beberapa perusahaan, namun dalam kenyataanya, stok masker di dalam negeri masih langka. Termasuk juga untuk vitamin C dan juga disinfektan.

 Baca juga: Begini Mekanisme Pemberian Insentif Tenaga Medis Covid-19

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima mengatakan, perusahaan plat merah di sektor farmasi harus bisa menjelaskan pola distribusi dari alat-alat kesehatan yang didatangkan dari luar negeri. Jangan sampai, kesulitan di tengah pandemi corona ini justru dimanfaatkan oleh bebeapa pihak.

"Tapi situasi yang sama juga muncul orang-orang yang tidak baik atau orang-orang yang bandit-bnadit yang memanfaatkan situasi ini untuk sekedar mencari keuntungan," ujarnya dalam rapat virtual dengan Komisi VI, Selasa (21/4/2020).

 Baca juga: Pemerintah Borong 1 Juta APD yang Bakal Dikirim ke Korea Selatan

Oleh karena itu lanjut Aria Bima, dirinya ingin meminta penjelasan dari holding BUMN farmasi terkait isu mafia alkes yang menyeruak dalam beberapa hari ini. Apalagi isu yang tersebar di media sosial ini juga disebut banyak menyeret institusi salah satunya perusahaan plat merah.

"Nah ini tolong nanti ikut dijelaskan dari direktur holding (BUMN farmasi) ada, upaya pencegahan ini seperti apa supaya masyarakat transparan bahkan dituduhkan juga itu berkolaborasi dengan politisi," jelasnya.

Selain itu lanjut Aria Bima, dirinya juga meminta kepada perusahaan farmasi plat merah untuk menyiapkan langkah antisipasi untuk menghindari mafia ini. Apalagi menurutnya, sangat tidak etis jika ada yang memanfaatkan situasi ditengah bencana wabah virus yang terjadi di dalam negeri ini.

"Rapat ini menginginkan adanya jawaban kepastian dari direktur holding mengenai bagaimana usaha usaha untuk mengatasi ini yang tentunya diturunkan ke masing-masing anak perusahaannya," kata Aria Bima.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement