Share

Pemerintah Tangguhkan Angsuran Kredit untuk Proyek Energi Terbarukan

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 320 2203663 pemerintah-tangguhkan-angsuran-kredit-untuk-proyek-energi-terbarukan-APuEe5pvqk.jpg Pemanfaatan PLTS di Atap Kantor. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengindentifikasi dampak Covid-19 dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menangkal efek negatif tersebut. Salah satunya menangguhkan angsuran kredit pada proyek energi terbarukan.

Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Hariyanto mengungkapkan, jenis kebijakan yang dikeluarkan adalah dengan memberikan sejumlah insentif dan kelonggaran pendanaan pada proyek EBT.

"Kami telah melakukan berbagai upaya penanggulangan atas dampak Covid-19 di subsektor EBT," kata Hariyanto, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2020).

Baca Juga: 16,8% Listrik Indonesia Dihasilkan dari Panas Bumi pada 2025

Untuk stimulus pendanaan, sambung Hariyanto, Pemerintah telah menangguhkan angsuran pinjaman hingga penurunan suku bunga proyek berbasis EBT.

Selain itu, keringanan lain berupa ralaksasi Commercial Operation Date (COD) dan peniadaan denda finansial untuk menyesuaikan mekanisme pengadaan Independent Power Producer (IPP).

Ada pula pemberian subsidi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis Biodiesel.

"Sebaliknya akan ada biaya tambahan (surcharge) untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar," ujarnya.

Tak hanya itu, Pemerintah juga memberikan insentif khusus pajak melalui penangguhan dan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) bagi pengembangan aneka EBT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini