Share

Masih Nekat Mudik, Masyarakat Bisa Kena Denda Rp100 Juta

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 23 April 2020 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 23 320 2203963 masih-nekat-mudik-masyarakat-bisa-kena-denda-rp100-juta-ieAeR0LY36.jpg Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah resmi melakukan pelarangan mudik Lebaran mulai besok. Hal tersebut menyusul terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Umar Arif mengatakan, dalam aturan tersebut diatur masalah sanksi yang akan dikenakan pada masyarakat yang nekat mudik. Sanksi tersebut akan dibagi menjadi dua tahap.

Baca Juga: Kemenhub Dirikan Titik Check Point di Perbatasan Jabodetabek Pantau Pelarangan Mudik

Untuk tahap pertama, sanksi teguran secara persuasif dengan meminta agar masyarakat kembali ke rumahnya. Sanksi ini beralku mulai 24 April hingga 7 Mei mendatang.

"Sebagai contoh darat, ada mobil itu belum diberikan sanksi menggunakan ketentuan yang berlaku dalam artian dia disuruh pulang saja bahwa anda tidak boleh mudik tapi tetap persuasif intinya tidak boleh mudik tapi tidak diberikan sanksi lagi," ujarnya dalam teleconfrence, Kamis (23/4/2020).

Tahap kedua adalah sanksi yang diberikan akan lebih berat pada 7 Mei hingga 1 Juni 2020. Pada periode ini masyarakat yang masih nekat untuk mudik akan dikenakan sanksi dendan hingga Rp100 juta.

Adapun sanksi ini mengacu pada Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Dalam pasal 93 disebutkan bahwa sanksi yang terberat adalaha denda Rp100 juta dan hukuman kurungan 1 tahun penjara.

"Itu ancaman hukuman yang perlu diingat. Nanti bagaimana dalam perwujudannya itu sudah diformulasikan itu ditambahkan oleh pak Budi Setiyadi (Dirjen Darat) untuk koordinasi dengan kawan-kawan korlantas. Bisa ditilang atau apa. Intinya tidak akan boleh mudik tetapi plus setelah tgl 7 mei tadi," kata Umar

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini