WFH Kok Malah Boros? Ini 2 Cara Kelola Gaji agar Cukup Sebulan

Rani Hardjanti, Jurnalis · Sabtu 25 April 2020 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 25 320 2204714 wfh-kok-malah-boros-ini-2-cara-kelola-gaji-agar-cukup-sebulan-BfARZ7ZmTP.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Banyak perusahaan menerapkan Work From Home (WFH) saat pandemi Covid-19 ini. Banyak working woman yang mengira saat WFH bisa berhemat karena tidak mengeluarkan biaya transportasi, makan siang, atau hangout bersama rekan sejawat. Namun perkiraan tak seindah kenyataan.

Banyak yang mengeluhkan justru banyak pengeluaran saat WFH dan khawatir gaji tidak mencukupi sampai akhir bulan. Saat WFH, sebagai Ibu, Anda tentu diharapkan dapat menjadi andalan terutama soal mengatur angggaran keluarga.

Baca Juga: 5 Cara Sukses WFH, Komunikasi Jelas dan Jangan Gunakan Laptop di Kasur 

Analis Keuangan Sequis, Fourrita Indah mengatakan, permasalahan mengatur keuangan dihadapi oleh banyak orang terutama bagi mereka yang bertanggung jawab mengatur keuangan keluarga, dalam hal ini biasanya oleh Ibu. Permasalahan Ibu bekerja belum tentu lebih ringan dari mereka yang tidak bekerja. Malahan banyak Ibu Rumah Tangga yang kreatif menggunakan keahliannya untuk menambah penghasilan keluarga, memanfaatkan jejaring mereka di lingkungan, sekolah anak, atau teman di media sosial untuk menjadi konsumennya.

“Justru Ibu yang bekerja dengan penghasilan tetap terkadang bingung mengatur keuangan. Kuncinya adalah pengeluaran tidak boleh lebih banyak dari pendapatan tiap bulan,” sebut Fourita, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2020).

Artinya, Ibu bekerja harus disiplin membelanjakan uangnya dan mampu memilah mana kebutuhan yang harus menjadi prioritas, mana yang bisa ditunda, dan yang tidak perlu dibelanjakan. Apalagi, jika mereka memiliki anak. Jangan sampai anak mengira bahwa Ibu adalah sumber uang yang tidak terbatas untuk memenuhi keinginan mereka,” sebut Fourita.

Keuangan dirasa tidak cukup bisa terjadi saat WFH, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan memenuhi keinginan anak untuk menyenangkan mereka. Perlu kita ingat anak mudah merasa bosan dan mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di media sosial atau mendengar keseruan dari teman-temannya sehingga ajarlah anak bahwa penting hidup sederhana dan tidak meniru orang lain.

Penyebab lainnya adalah panic buying, para Ibu mulai belanja karena takut kehabisan barang di supermarket atau dalih agar anak tidak rewel sehingga persediaan rumah tangga perlu diperbanyak. Ini tidak salah karena dengan memiliki persediaan berarti mengurangi saat harus keluar rumah, tetapi sesuai kata kunci yang disampaikan Fourrita bahwa pengeluaran tidak boleh lebih dari pendapatan.

Belanja lebih dari pada yang kita butuhkan sama dengan menghabiskan uang tunai sebelum waktunya atau menumpuk utang di kartu kredit yang akan menjadi beban tambahan di bulan depan.

Berikut ini 2 Cara Mengelola Keuangan saat WFH

1. Utamakan Prioritas

Agar gaji aman hingga akhir bulan, dia menyarakan agar menggunakan penghasilan semaksimal mungkin untuk hal-hal yang prioritas dahulu, termasuk membayar cicilan dan premi asuransi sebelum jatuh tempo. Jika sudah memenuhi semua biaya bulanan yang wajib, seperti cicilan, premi, biaya sekolah anak, tagihan rumah tangga, seperti listrik, keamanan barulah Anda bisa memenuhi keinginan gaya hidup agar tetap bisa menikmati saat WFH bersama keluarga.

Membayar cicilan adalah kewajiban debitur. Ini harus Anda penuhi dan tidak bisa ditunda. Jika cicilan Anda adalah kartu kredit, bayarlah sesuai besar tagihan bukan cicilan minimum karena cicilan minimum hanya akan menambah utang di bulan mendatang yang terdiri dari tagihan bulan berjalan, sisa tagihan bulan sebelumnya berikut bunganya.

2. Berhemat

Setelah semua kewajiban biaya bulanan rutin terpenuhi mulailah berhemat, salah satunya dengan masak sendiri. Masak makanan kesukaan bersama anggota keluarga. Selain menyenangkan, juga melatih hidup hemat.

“Berhemat bukan berarti kita tidak mampu membeli, berhemat berarti kita menjaga keuangan agar tetap stabil di masa sulit dan berkesempatan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” tutup Fourrita.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini