JAKARTA - Covid-19 telah mengubah tatanan ekosistem dunia. Namun, petani di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak terpengaruh adanya lockdown di sejumlah negara.
Kelompok petani dari Desa Nuha, Luwu Timur, justru berhasil mengekspor lada putih premium ke Tiongkok di tengah wabah Covid-19. Mereka berhasil memberangkatkan 10 kontainer lada putih putih senilai Rp13 miliar. Lada putih itu diberangkatkan dari Pelabuhan Makassar menuju Shanghai, Tiongkok.
Baca juga: BPS Catat Daya Beli Petani Naik di Januari 2020
Berdasarkan Data BPS yang diolah Ditjen Perkebunan, hingga tahun 2019 Tiongkok menempati urutan ke-2 tujuan ekspor Lada Indonesia setelah Vietnam.
Volume ekspor mencapai 6.689 ton dengan nilai sekitar USD21,06 juta.
"Pemenuhan ekspor tersebut sebagai bukti bahwa komoditas perkebunan tetap memiliki prospek yang tinggi untuk kebutuhan dunia, terutama negara Tiongkok yang merupakan negara tujuan ekspor utama ekspor komoditas perkebunan Indonesia," ujar Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyo, seperti dikutip dari Instagram Kementerian Pertanian.
Baca juga: Upah Rill Buruh Tani Turun 0,04%
Terdapat 5 provinsi penghasil komoditas lada yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.
Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan mampu memberikan kontribusinya terhadap produksi nasional sebesar 41,68 persen.
Potensi pasar ekspor lada Indonesia ke luar negeri cukup besar. Pasalnya terdapat negara-negara yang volume impornya sangat tinggi. Misalnya, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, India, Thailand, Spanyol, dan Jepang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)