Pencairan Dana Desa Dilakukan Door to Door

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 27 April 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 320 2205433 pencairan-dana-desa-dilakukan-door-to-door-WOwKTMr5HR.jpg Pencairan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mulai mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa kepada keluarga miskin yang terdampak pandemic virus corona atau Covid-19. Salah satu cara pencairan dengan door to door ke rumah warga yang membutuhkan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, Ivanovich Agusta mengungkapkan, ada cara unik yang dilakukan Kepala Desa Asep Nandang dalam mencairkan dana desa di wilayahnya. Dirinya mendatangi langsung rumah keluarga miskin untuk membagikannya.

“Cara door to door adalah salah satu cara menghindari kerumunan warga serta mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sengaja, saya didampingi Babinsa, Babinkamtibmas dan perangkat desa dalam menyalurkan BLT ini ke setiap rumah warga," ujarnya, dalam keterangannya, Senin (27/4/2020).

Baca Juga: Rp22 Triliun Dana Desa Disalurkan pada 12 Juta Keluarga Miskin

Sesuai Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6/2020, prioritas penggunaan dana desa tahun 2020 dialihkan menjadi untuk Desa Tanggap Covid-19, Padat Karya Tunai Desa (PKTD), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa.

BLT Dana Desa berjumlah Rp600 juta per keluarga miskin, yang dibayarkan setiap bulan dimulai dari April hingga Juni 2020. Penyalurkan sejauh mungkin diselenggarakan secara nontunai agar akuntabilitas terjaga.

Namun pada wilayah yang jauh dari akses perbankan dapat disalurkan secara tunai dengan transparan, seperti dilakukan di Desa Lele, Kecamatan Mandioli Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Penyaluran BLT Dana Desa sebesar Rp 600.000 per keluarga kepada 60 keluarga miskin untuk bulan pertama.

“Karena desa ini berada di pulau tersendiri dan jauh dari akses perbankan, maka pembayaran dilaksanakan secara tunai,” ujarnya.

Kemudian Pemerintah Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Jumat hingga Sabtu 25 April 2020 telah menyalurkan BLT Dana Desa. APBDes yang bersumber dari dana desa sebesar Rp460 juta disalurkan kepada 259 keluarga miskin senilai Rp600.000 per keluarga di bulan pertama.

Di ujung Utara wilayah Indonesia, desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe telah mencairkan BLT Dana Desa untuk 33 keluarga miskin pada hari Jumat. Kemudian hari ini direncanakan pencairan dilaksanakan satu desa lainnya.

Di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Kamis 23 April 2020 juga telah dilakukan penyerahan BLT Dana Desa untuk 224 keluarga miskin di Desa Bawangan dam Desa Kebonagung. Sebanyak Rp205 juta dana desa di Desa Bawangan dialirkan untuk 114 keluarga miskin. Sedangkan Rp198 juta di Desa Kebonagung disalurkan ke 110 keluarga miskin. Penyaluran secara non tunai berupa pengalihan dari Rekening Kas Desa (RKDes) di Bank Jatim yang ditransfer ke rekening masing-masing penerima di Bank BPR Jombang.

Kabar pencairan BLT Dana Desa untuk hari ini telah sampai ke Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Di antaranya, Kabupaten Bangka Barat akan menyaksikan 9 desa menyalurkan BLT Dana Desa. Desa Sumbermulyo di Bantul dan sebuah desa di Kulon Progo, DI Yogyakarta, telah siap menyalurkan BLT Dana Desa. Serangkaian desa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, juga berencana menyalurkan BLT Dana Desa pada hari ini.

Di Pamekasan, Jawa Timur, Senin akan dilaksanakan penyaluran BLT DD di Desa Waru Barat Kec. Waru sebesar Rp 201 juta untuk 112 keluarga miskin, dan di Desa Toket, Kecamatan Proppo 106 keluarga miskin mendapatkan Rp 190 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini