Kerugian Industri Penerbangan Meluas ke Bisnis Katering hingga Travel

Senin 27 April 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 320 2205518 kerugian-industri-penerbangan-meluas-ke-bisnis-katering-hingga-travel-rgCOoCKBB8.jpg Maskapai Penerbangan Terancam karena Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Industri penerbangan dinilai sangat membutuhkan bantuan untuk menjaga keberlangsungan bisnisnya. Pendapatan industri penerbangan telah merosot sejak wabah Covid-19 bermula di Wuhan, China, Januari 2020.

Saat itu, sejumlah negara langsung membatasi penerbangan dari dan ke Negeri Tirai Bambu tersebut.

Ekonom Indef Fadhil Hasan mengatakan, kerugian industri penerbangan akan meluas pada industri-industri di sekitarnya. “Logistik, catering, perhotelan, dan seterusnya, travel begitu, memang paling tidak industri yang terkait dengan pergerakan orang ini yang mengalami dampak paling besar dari Covid-19 ini,” jelasnya, dikutip dari VOA Indonesia, Senin (27/4/2020).

Baca Juga: Operasional Penerbangan Internasional di Bandara Angkasa Pura II Berjalan Normal

Karena itu, pemerintah diharapkan aktif membantu industri penerbangan lewat sejumlah bantuan finansial. Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) 2014-2019 ini meminta pemerintah segera berbicara kepada industri penerbangan untuk mengetahui kebutuhan mereka.

“Kira-kira apa kesulitan yang dihadapi? Pasti sudah sistemik. Berapa besarnya dan kira-kira apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah? Sehingga ketika virus ini bisa ditangani dengan baik , kemudian (industri penerbangan) bisa pulih dengan cepat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ekonom Andri Sudibyo memperkirakan butuh dana Rp40 triliun untuk membantu seluruh maskapai di Indonesia, baik yang besar maupun yang kecil. Dua maskapai yang butuh perhatian, ujarnya, adalah Garuda Indonesia dan Lion Air.

"Karena Garuda kebetulan BUMN, saya pikir pemerintah bsia melakukannya dengan cepat. Kalau Lion saya kurang tahu apakah pemerintah bisa melakukan, tapi setidaknya dunia penerbangan ini harus dibantu dengan modal pemerintah,” ujar Andri.

Bantuan ini, jelas Andri, dapat berupa hibah, pinjaman atau pinjaman lunak, sebagaimana diberikan sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Singapura. Selain itu, tambah dia, penting untuk memikirkan keberlanjutan industri penerbangan setelah wabah Covid-19.

Maskapai akan menerapkan prosedur kesehatan, di samping prosedur keselamatan yang sudah ada. Karena itu, mereka butuh dana tambahan.

“Harus menjamin keamanan dan kesehatan, dan juga infrastruktur pendukung di airport. Jadi bagaimana prosedur dan pelayanan masyarakatnya akan sangat beda,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini