JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyiapkan sejumlah upaya untuk memitigasi dampak virus corona pada kegiatan hulu migas di Indonesia.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, pihaknya sudah memulai birokrasi secara digital. Misalnya, proses perizinan termasuk approval digital.
"Kami sejak Senin kemarin memulai proses digitalisasi. Kami juga mencoba melaksanakan koordinasi dengan KKKS yang intinya selama kondisi saat ini menunda development dan kami akan berusaha melaksanakan perhitungan, tapi kami laporkan situasi terkini," ujar Dwi, dalam telekonferensi dengan Komisi VII DPR, Selasa (27/4/2020).
Baca Juga: SKK Migas Beberkan Dampak Covid-19 ke DPR
Selanjutnya, SKK Migas melakukan comprehensive assesment terkait opsi harga minyak untuk memperhitungkan keeokonomian gas. Lalu, evaluasi planned shutdown.