Realisasi Impor Bawang Putih yang Rendah Jadi Pemicu Kenaikan Harga

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 28 April 2020 20:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 28 320 2206329 realisasi-impor-bawang-putih-yang-rendah-jadi-pemicu-kenaikan-harga-A0DoZqfKLQ.jpg Bawang Putih (Foto: okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah buka suara terkait defisitinya stok bawang putih di beberapa daerah. Mengingat defisitnya bawang putih ini bisa membuat kenaikan harga jual bawang putih.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memang sudah membuka keran impor untuk memenuhi kebutuhan bawang putih di dalam negeri. Hanya saja, realisasi impor dari bawang putih masih sangat rendah.

Baca Juga: Stok Daging Sapi dan Gula Terhambat karena Lockdown di Beberapa Negara

"Bawang putih pemerintah sudah mengimpor itu izin impornya sudah cukup besar namun realisasinya masih 72.400 ton," ujarnya dalam teleconfrence, Selasa (28/4/2020).

Namun lanjut Airlangga, pada bulan ini sisa kuota impor bawang putih akan segera masuk. Sehingga harga bawang putih di pasaran akan kembali normal.

Apalagi, pemerintah juga akan mendapatkan tambahan dari hasil produksi di dalam negeri. Ada beberapa daerah sudah akan memasuki masa panen bawang putih.

Baca juga: Disentil Jokowi tentang Harga Beras, Apa Kata Kementan dan Kemendag?

"Di dalam negeri sendiri, seperti di Temanggung sudah mulai panen," ucapnya.

Menurut Airlangga, nantinya daerah yang masih defisit bawang putih akan dipasok dari daerah yang kelebihan stok. Hal ini juga sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas hari ini.

"Dan tentunya akan ada distribusi dari daerah panen ke daerah kurang stok," kata Airlangga.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini