Lelang SBN Capai Rp16,6 Triliun, Perry Warjiyo: Rp2,3 Triliun dari Bank Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 29 April 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 29 20 2206717 lelang-sbn-capai-rp16-6-triliun-perry-warjiyo-rp2-3-triliun-dari-bank-indonesia-EDsKtumWpc.jpg Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com/Bank Indonesia)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut lelang Surat Utang Negara (SUN) yang dilakukan Kementerian Keuangan laku keras. Hal tersebut dibuktikan dengan diraupnya hasil lelang Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp16,6 triliun.

Dalam lelang, pemerintah menaruh target Rp20 triliun dengan target maksimal Rp40 triliun. Sementara itu, angka bid yang masuk pada lelang kemarin dikatakan telah mencapai angka Rp44,4 triliun

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, dalam lelang tersebut Bank Indonesia ikut melakukan penawaran sebesar Rp7,5 triliun. Namun dari jumlah tersebut hanya Rp2,3 triliun.

"Berapa yang kemudian dimenangkan kemarin dari bid Rp44,4 triliun. Dari pengumuman pemerintah, dimenangkan Rp16,6 triliun di antaranya Rp2,3 triliun dari BI dan Rp14,3 triliun sisanya dari pasar," ujarnya dalam teleconfrence, Rabu (29/4/2020).

Baca Juga: BI Serap SBSN Rp1,7 Triliun di Pasar Perdana

Menurut Perry, tidak ada larangan bagi BI untuk mengikuti lelang tersebut. Hal tersebut sesusi dengan nota kesepahaman antara BI dan Kemenkeu di pasar non kompetitif, BI diperbolehkan mengajukan bid maksimum sebanyak 25%.

"Dalam lelang itu, BI sebagai non kompetitif bid, artinya kita ngebid tapi nggak dihitung dalam perhitungan harga. Kita hanya sampaikan jumlahnya dan harganya ditentukan dari bid oleh pasar. BI tidak ikut dalam perhitungan harga di pasar itu," jelasnya.

Sehingga BI mampu mengajukan Rp10 triliun dalam lelang tersebut. Namun, Perry mengatakan bahwa pihaknya ingin terlebih dahulu mengedepankan pelaku pasar.

"Sehingga dalam non kompetitig bid kami mengajukan Rp7,5 triliun. Bid yang masuk jumlahnya Rp44,4 triliun di antaranya Rp7,5 triliun dari BI. Itu tidak mempengaruhi di dalam perhitungan rata-rata yield kemarin," kata Perry.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini