China Jajal Yuan Digital di 4 Kota Besar

Widi Agustian, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 278 2208416 china-jajal-yuan-digital-di-4-kota-besar-BIRXJHQeev.jpg Yuan (Reuters)

JAKARTA - China tampaknya akan menjadi negara pertama yang meluncurkan mata uang digitalnya (digital currency) yang dikenal sebagai e-RMB.

Untuk tahap awal, China akan melakukan trial mata uang digital ini di empat kota, yakni Shenzhen, Suzhou, Chengdu, Xiong’an serta beberapa kawasan yang akan menjadi lokasi Beijing Winter Olympics 2020.

 Baca juga: China Kembangkan Mata Uang Digital, Penampakannya Bocor ke Publik

Uang non-fisik ini akan digunakan Pemerintah China untuk membayar gaji pegawai negeri sipil (PNS) hingga untuk sejumlah layanan umum. Demikian dilansir dari The Week, Minggu (3/5/2020).

Digital currency tersebut akan digunakan untuk subsidi transportasi di Suzhou. Semenatar di Xiong'an, uang ini akan digunakan untuk sektor makanan dan ritel. Demikian menurut The Guardian.

 Baca juga:Mulai Mei 2020, PNS China Uji Coba Gaji Pakai Uang Virtual

Sementara itu, Global Government Forum menyebut jika 19 ritel telah komit untuk menggunakan yuan digital ini. Antara lain McDonalds, Starbuck dan Subway di daerah Xiong'an. Walau begitu, Starcbuck menepis keterlibatannya.

Dilansir dari China Daily, Bank sentral China People Bank of China (PBOC) menyatakan mata uang digital ini tidak akan dipergunakan dalam skala besar, yakni tidak untuk keperluan publik dalam jangka pendek.

Yuan digital ini juga disebut tidak akan mejadi pemicu dari turunnya tingkat inflasi.

PBOC akan menjadi penerbit dari uang digital ini, yang selanjutnya akan di-deliver ke perbankan dan operator lainnya.

Masyarakat akan bisa mengkonversi uang fisiknya di akun perbankan menjadi versi digital. Kemudian uang digital tersebut tinggal dialihkan ke dompet digital atau electonic wallet.

Mata uang digital ini juga akan bisa digunakan walau tidak ada internet. Hal ini akan sangat bermanfaat dalam menciptakan transaksi tanpa bersentuhan, yang sangat dianjurkan untuk menangkal covid-19.

Walau demikian, Pemerintah China masih belum mengkonfirmasi waktu untuk peluncuran resmi mata uang digital ini. Walau begitu, media lokal China menyebut launching akan dilakukan pada pertengahan 2021.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini