Lion Air Tunda Penerbangan dengan Izin Khusus

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 03 Mei 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 03 320 2208420 lion-air-tunda-penerbangan-dengan-izin-khusus-TPZc8zVZmm.jpg Lion Air (Reuters)

JAKARTA - Seluruh Maskapai Lion Group untuk pelayanan penerbangan operasional dengan perizinan khusus (exemption flight) kembali ditunda. Hal ini dikarenakan perlu adanya penyesuaiaan yang diperlukan.

Penerbangan tersebut semula akan dimulai Minggu (3/5/2020) hari ini. Namun, ditunda hingga pemberitahuan selanjutnya (until further notice/ UFN).

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penundaan terjadi karena dibutuhkan persiapan-persiapan yang lebih komprehensif. hal ini agar maksud dan tujuan pelaksanaan penerbangan tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan berlaku.

 Baca juga: Lion Air Layani Penerbangan dari Wilayah PSBB Mulai 3 April

"Serta memenuhi unsur-unsur keamanan dan keselamatan penerbangan, termasuk tidak menyebabkan penyebaran corona virus disease (Covid-19)," ujarnya dala keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (3/5/2020).

Lion Air Group secara menyeluruh selalu berkoordinasi bersama regulator serta berbagai pihak terkait, dengan harapan apabila penerbangan akan dilaksanakan dapat beroperasi lancar. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan transportasi udara sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa angkutan udara Idul Fitri periode 1441 Hijriah dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.

 Baca juga: Bandara Ditutup, Lion Air Group Hentikan Sementara Penerbangan Rute Papua

Lion Air Group menegaskan, tujuan utama operasional perizinan khusus (exemption flight) adalah bagian wujud kesungguhan dalam membantu kemudahan mobilisasi guna melayani pebisnis bukan untuk “mudik”. Serta tujuan penerbangan yang mencakup:

1. Pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu kenegaraan;

2. Operasional kedutaan besar, konsulat jenderal, dan konsulat asing serta perwakilan organisasi internasional di Indonesia;

3. Operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi) yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA);

4. Operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat;

5. Operasional angkutan kargo; dan

6. Operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

"Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman yang timbul. Kepada calon tamu atau penumpang yang sudah membeli tiket pesawat udara atau memiliki reservasi perjalanan, agar melakukan proses pengembalian (refund) melalui Kantor Penjualan Tiket (Ticketing Town Office) Lion Air Group di seluruh kota di Indonesia," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini