Sudah Turunkan 2 Kali, Menteri ESDM: Harga BBM RI Salah Satu Termurah di ASEAN

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 04 Mei 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 04 320 2208871 sudah-turunkan-2-kali-menteri-esdm-harga-bbm-ri-salah-satu-termurah-di-asean-7oKPXkMHUU.jpg Harga BBM (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengklaim harga BBM di Indonesia merupakan satu yang termurah di antara negara-negara di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia.

Baca Juga: Ada Covid-19, Dirut Sebut Penjualan BBM Pertamina Catat Rekor Terendah Sepanjang Sejarah

Hal ini dapat dilihat dari harga Jenis BBM Umum (JBU) telah mengalami penurunan sebanyak 2 kali di tahun 2020 pada bulan Januari dan Februari, dengan tingkat penurunan yang cukup signifikan di bulan Januari pada kisaran Rp300 per liter – Rp1.750 per liter, dan bulan Februari pada kisaran Rp50 per liter – Rp300 per liter.

"Pada 5 Januari kami sudah turunkan harga. sebagai catatan sebelum diturunkan ini pun harga BBM kita tercatat paling murah di regional ASEAN. Kemudian pada Februari untuk RON 92, 95 dan 98 dilakukan penurunan karena sudah ada indikasi penurunan gasoline terkait crude," kata Arifin dalam rapat kerja virtual bersama Komisi VII DPR, Senin (4/5/2020).

Arifin pun membandingkan harga BBM di Indonesia dengan harga BBM di negara ASEAN lainnya. Menurut Arifin, Indonesia memiliki delapan jenis BBM, sementara di negara lain hanya empat hingga lima jenis BBM. Arifin mencontohkan, harga jual BBM sejenis Pertalite di Filipina mencapai Rp10.000 per liter, sementara di Laos Rp14.000 per liter. Sedangkan di Indonesia, Pertalite dijual Rp7.650 per liter.

"Porsi terbesar yang ditangung pemerintah adalah subsidi solar, bensin kemudian Pertalite meskipun tidak subsidi tapi melakukan sacrificing price karena kita bisa bandingkan dengan antara lain Filipina yang jual BBM sejenis Pertalite Rp10 ribuan, Laos Rp14 ribuan. ketiga ini 70% market share dari seluruh sales Pertamina," ujarnya.

Baca Juga: Permintaan BBM Turun hingga 35%, Pertamina Turunkan Kapasitas Kilang

"Jadi dibayangkan bagaimana tertekannya badan usaha dengan subsidi bensin dan pertalite. Untuk bensin kita masih di pertengahan, Malaysia sangat tajam turunnya demikian juga Vietnam, Myanmar tapi kalau dibandingkan Singapura masih pertengahan," sambungnya.

Sementara itu, volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April dibandingkan kondisi sebelum pandemi Covid-19 yakni Januari - Februari 2020.

"Volume penjualan BBM di Indonesia turun secara signifikan sekitar 26,4% pada bulan April," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini