JAKARTA - Industri penyedia makanan di pesawat ikut tertekan imbas turunnya aktivitas industri penerbangan karena dampak virus corona. Bahkan produktivitas catering pesawat saat ini tinggal 3%.
Direktur Utama PT Aerofood Indonesia Sis Handaya Aziz mengungkapkan, dampak wabah Covid-19 bagi Aerofood ACS sungguh berat. Apalagi saat penerbangan komersil dilarang beroperasi, membuat penjualan makanan semakin menurun.
Baca Juga: Avianca, Maskapai Tertua Kedua di Dunia Ajukan Kebangkrutan ke Pengadilan AS
"Dari data seperti sales Aerofood ACS 70% masih dari inflight food services, selebihnya 30% dari industrial Catering. Sehingga berdampak sangat serius terhadap Aerofood," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (12/5/2020).
Dengan mayoritas produksi untuk penerbangan komersil yang sekarang dibatasi, pendapatan perusahaan pun ikut menurun. Termasuk juga pada produktivitas yang sekarang hanya tinggal 3%.
Baca Juga: Viral, Video Menyentuh Hati Staf British Airways Tak Ingin Di-PHK
"Penurunan revenue akibat drop produksi ACS sebesar 97% dan ini diakibatkan turunnya penerbangan Garuda maupun Non Garuda (foreign airlines) sampai sebesar 90%," ujarnya.