Denda BPJS Kesehatan Juga Naik Jadi 5%

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 13 Mei 2020 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 13 320 2213357 denda-bpjs-kesehatan-juga-naik-jadi-5-9JR5FHOy1E.jpg BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Peraturan Presiden (Perpres) 64 tahun 2020 tentang iuran BPJS Kesehatan menuai kontroversi. Beleid ini menjadi dasar hukum kenaikan iuran mulai 1 Juli 2020.

Tidak hanya itu, ternyata masih ada hal lain yang memberatkan para peserta BPJS Kesehatan tersebut.

"Ada hal lain yang memberatkan peserta, salah satunya adalah denda naik menjadi 5% di 2021, yang awalnya 2,5%," sebut Koordinator BPJS Watch Timboel Siregar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2020).

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pemerintah Dinilai Tidak Peka

Dalam Perpres 64 pasal 42 ayat 6 disebut jika denda 5% dari perkiraan biaya paket Indonesian Case Based Groups berdasarkan diagnosa dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak dengan ketentuan jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besar denda paling tinggi Rp30 juta.

Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik Mulai Juli 2020, Ini Daftarnya

Dia melanjutkan, pemerintah sudah kehabisan akal dan nalar sehingga dengan seenaknya menaikan iuran tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat.

"Padahal di pasal 38, di perpres ini menyatakan kenaikan iuran harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat. Perpres 64 tahun 2020 ini sangat memberatkan masyarakat," jelas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini