Share

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pengusaha Harusnya Dibantu Tapi Malah Dibebani

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 18 Mei 2020 12:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 18 320 2215809 iuran-bpjs-kesehatan-naik-pengusaha-harusnya-dibantu-tapi-malah-dibebani-ddCuI9uz8T.jpeg Ilustrasi BPJS Kesehatan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Para pengusaha meminta kepada pemerintah untuk menunda kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kenaikan baru bisa dilakukan ketika perusahaan kembali beroperasi.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengatakan kenaikan iuran BPJS seharusnnya tidak dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi saat ini, pengusaha sedang berdarah-darah untuk bisa bertahan dari infeksi corona (Covid-19).

Baca Juga: Sempat Ditolak MK, Pengusaha Heran Iuran BPJS Kesehatan Tetap Naik

"Tapi enggak apa-apa kalau itu dikeluarkan Perpresnya. Tapi berlaku tiga bulan ke depan enggak apa-apa tapi jangan diberlakukan saat ini. Kalau situasi normal gapapa," ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (18/5/2020).

Justru menurutnya, saat situasi seperti ini pemerintah harusnya memberikan keringanan kepada para pengusaha. Misalnya dengan menggratiskan iuran BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan untuk jangka waktu tertentu.

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan 

"Justru kami dari pengusaha dari bulan lalu itu meminta berbagai retribusi berbagai iuran iuran yang membebani pengusaha selama ini kalau bisa diberikan dispensasi. Jadi yang namanya iuran BPJS Kesehatan, ketenagakerjaan dan lain lain bila perlu kita minta digratiskan tiga bulan ke depan. Bukan malah dinaikkan," jelas Sarman.

Baca Juga: 8 Fakta Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Beban Baru di Tengah Covid-19

Menurut Sarman, jangankan untuk membayar BPJS Kesehatan, untuk membayar gaji pegawai pun para pengusaha mengaku kesulitan. Apalgi, banyak peusahaan yang terpaksa tidak beroperasi akibat adanya pandemi virus corona.

"Kan saat ini pengusaha bagaimana mau bayar iuran orang pendapatannya juga enggak ada," ucapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini