nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI: Perlambatan Ekonomi Diproyeksi Berlanjut

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 15:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 05 19 20 2216520 bi-perlambatan-ekonomi-diproyeksi-berlanjut-tBxZf52iID.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Bank Indonesia menilai perlambatan ekonomi di kuartal I 2020 akan berlanjut. Sebagaimana diketahui, pandemi covid-19 juga telah memengaruhi pertumbuhan ekonomi domestik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2020 tercatat 2,97% (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 4,97% (yoy).

“Penurunan terutama berasal dari melambatnya ekspor jasa, khususnya pariwisata, konsumsi non-makanan, dan investasi, dengan sektor yang paling terdampak terjadi di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR), sektor industri pengolahan, sektor konstruksi, dan sub-sektor transportasi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi, Selasa (19/5/2020).

Baca Juga: Covid-19 Bikin Ekonomi China, Eropa hingga Jepang Alami Kontraksi

Sementara itu, Perry menjelaskan, kinerja komponen dan sektor yang terkait dengan penanganan covid-19 tetap baik, seperti tercermin pada konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga untuk makanan kesehatan dan pendidikan, serta sektor informasi dan komunikasi, jasa keuangan, jasa kesehatan dan jasa lainnya.

“Data April 2020 mengindikasikan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia berlanjut, seperti tercermin dari kembali menurunnya Survei Penjualan Eceran dan Purchasing Manager Index. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan menurun sejalan dengan dampak covid-19,” ucapnya.

Baca Juga: Kabar Buruk, Ekonomi Jepang Masuk Resesi

Pada 2021, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi kembali meningkat didorong ekonomi dunia yang membaik dan dampak positif stimulus kebijakan yang ditempuh.

“Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan Otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh dapat makin efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi selama dan pasca covid-19,” tukasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini