Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Bersih PLN Anjlok 62% Jadi Rp4,3 Triliun pada 2019

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 19 Mei 2020 |08:53 WIB
   Laba Bersih PLN Anjlok 62% Jadi Rp4,3 Triliun pada 2019
Listrik (Foto: Dok PLN)
A
A
A

 

JAKARTA - PT PLN (Persero) meraup laba bersih sebesar Rp4,32 triliun pada 2019. Laba bersih ini anjlok 62,66% dibandingkan pada 2018 yang sebesar Rp11,57 triliun.

Dalam laporan keuangan 2019 yang telah diaudit, PLN mencatat pendapatan usaha Rp285,64 triliun atau meningkat 4,67% dari tahun lalu meski tarif listrik tidak naik.

Baca Juga: Ketika Erick Thohir Diam-Diam Rombak Direksi PLN

Sementara itu, laba operasi setelah subsidi pemerintah Rp44,16 triliun dengan EBITDA tahun 2019 Rp81,66 triliun.

"Perseroan bertumbuh secara konsisten di mana kenaikan volume penjualan kWh menjadi sebesar 245,52 Terra Watt hour (TWh) atau naik 4,65% dibanding dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 234,62 TWh," kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Baca Juga: PLN-SMI Garap 3 Proyek Pembangkit Listrik Tahun Ini

Peningkatan penjualan kWh ini didukung oleh adanya pertumbuhan jumlah pelanggan dimana sampai dengan akhir Desember 2019 telah mencapai 75,7 juta dengan daya tersambung 136.600 MVA atau bertambah sebanyak 3,8 juta pelanggan dengan daya 7.700 MVA dari posisi akhir Desember 2018 sebesar 71,9 juta pelanggan.

Dengan demikian, rasio elektrifikasi nasional dapat digenjot dari 98,3% di tahun 2018 menjadi 98,89% pada akhir tahun 2019.

Secara operasional, hingga akhir tahun 2019, perusahaan telah berhasil menambah kapasitas terpasang pembangkit sebesar 4.588 Mega Watt (MW) dari 57.646 MW pada tahun 2018 menjadi 62.234 MW pada tahun 2019.

Jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi meningkat 6.211 kilometer sirkuit (kms) dari 53.606 kms pada tahun 2018 menjadi 59.817 kms sampai dengan akhir tahun 2019, dan penambahan kapasitas Gardu Induk sebesar 17.507 Mega Volt Ampere (MVA) dari 131.164 MVA pada tahun 2018 menjadi 148.671 MVA.

Hasil audit subsidi dan kompensasi yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) menunjukkan terjadinya penurunan Biaya Pokok Produksi (BPP) tahun 2019 dibandingkan 2018.

"Hal ini merupakan hasil dari upaya efisiensi yang dilakukan oleh PLN selama tahun 2019," ujarnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement