Share

Ombudsman Endus Ada Calo Loloskan Calon Penumpang di Bandara Soetta

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2020 11:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 19 320 2216364 ombudsman-endus-ada-calo-loloskan-calon-penumpang-di-bandara-soetta-WmsuBd9DP3.jpg Pemeriksaan Dokumen Penumpang Sebelum Naik Pesawat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ombudsman melakukan sidak ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) beberapa waktu lalu. Ombudsman menduga ada pihak tidak bekepentingan atau calo yang membantu proses pemeriksaan syarat penumpang pesawat.

Tim Ombudsman pada saat melakukan pemeriksaan di 16 Mei 2020 menemukan penumpang tetap bisa berangkat sekalipun dari daftar Check List dokumen yang bersangkutan tidak memenuhi syarat. Pihak Otoritas Bandara mengaku telah melakukan perbaikan dan evaluasi dengan memecah check point dari hanya dipusatkan di satu titik menjadi dibagi ke dalam 4 lapis/layer.

Namun hal tersebut tidak lantas memperbaiki sistem pengecekan keabsahan dokumen yang dimiliki penumpang. Jumlah personil dan kewenangan yang terbatas serta jeda waktu antar penerbangan menyebabkan proses pengecekan keabsahan dokumen kepada pihak yang memberikan izin termasuk para pejabat Eselon II bagi PNS yang melakukan perjalanan dinas, pimpinan perusahaan, dan atau aparat pemerintah yang mengeluarkan izin perjalanan atau rumah sakit yang menjalankan Test Covid tidak mungkin dilakukan.

Baca Juga: Sidak Bandara Soetta, Ombudsman Sindir Kinerja Otoritas Bandara

“Jadi perbaikan yang dilakukan hanya untuk menapis penumpang dari sisi kelengkapan administrasi bukan pada validasi dokumen, dan di level pemeriksaan kelengkapan saja masih terjadi kebolongan,” ujar, Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2020).

Hal ini masih terjadi, karena pemeriksaan awal di Check Point 1 dan pemeriksaan akhir di Check Point 4 dilakukan oleh pihak maskapai.

Aspek lain yang menjadi temuan oleh Ombudsman adalah tidak adanya proses strerilisasi kawasan pemeriksaan. Sehingga banyak pihak yang tidak berkepentingan termasuk terduga calo yang “membantu” para calon penumpang untuk lolos proses pemeriksaan.

Baca Juga: Ombudsman: Bandara Soetta Jadi Wahana Penyebaran Covid-19

Potensi tersebut sangat mungkin terjadi, karena Ombudsman menemukan pihak-pihak tersebut juga menawarkan jasa “perbantuan” di Drop Zone Area. Mereka menawarkan jasa membantu penumpang untuk berangkat atau jika pesawat telah memenuhi batas kuota, tawaran berikutnya berangkat dengan travel plat hitam ke daerah-daerah tujuan penumpang.

“Kami sampai pada kesimpulan bahwa pelaksanaan mudik dengan pembatasan yang pemeriksaan dokumennya dilaksanakan langsung di bandara adalah sebagai mission impossible bagi para operator di lapangan,” ujar Teguh.

Menurutnya pada masa pemulihan yang banyak disebut sebagai The New Normal itu ada tren perubahan sosial, lingkungan, dan bisnis. Pada era New Normal, interaksi fisik akan semakin terbatas. Sebaliknya interaksi digital yang selama masa WFH menjadi opsi utama dalam kegiatan masyarakat, diprediksi akan tetap bertahan.

"Karena itu butuh strategi kontigensi yang menyesuaikan dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, maupun lingkungan," ujarnya.

Segala opsi ini masih dikaji secara mendalam oleh seluruh pihak. Waktu definitif terkait tahapan pelaksanaan pemulihan pasca-Covid di BUMN juga masih menunggu resmi pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini