JAKARTA - Dua miliarder dunia, Masayoshi Son dari Jepang dan Warren Buffet dari Amerika Serikat pun tak luput dari wabah corona. Investor kelas kakap ini pun harus mengalami kerugian pada bisnis mereka.
SoftBank, yang dinahkodai Masayoshi Son, mengalami penurunan saham dalam jumlah yang besar. Pasalnya, perusahaan yang dibiayainya terpukul virus corona. Adapun perusahaan tersebut, antara lain Uber, Slack, WeWork, DoorDash, dan perusahaan hotel India Oyo.
Seperti dilansir dari CNN Business, Rabu (20/5/2020), SoftBank mengalami kerugian 2%. Namun mereka tetap tenggelam di indeks S&P 500 dan juga di Nasdaq selama lima tahun terakhir.

Son mengatakan, investasi SoftBank ke WeWork merupakan sebuah kegagalan. Ia menyebutnya sebagai keputusan yang salah.
Son menambahkan, mungkin ada lebih banyak kesulitan di depan untuk investasi SoftBank.
Baca juga: Warren Buffett Singgung Kematiannya dalam Surat Tahunan Berkshire Hathaway
Sementara itu, Pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett juga mengalami kerugian besar. Perusahaannya, Berkshire Hathaway merugi akibat terjebak skandal Wells Fargo (WFC) dan perusahaan raksasa makanan yang sedang berjuang, Kraft Heinz (KHC).
Berkshire juga melepas sahamnya pada perusahaan investasi Goldman Sachs (GS), yang telah terpukul keras tahun ini di tengah gejolak pasar yang lebih luas.
Buffett juga bertaruh besar pada sektor penerbangan dalam beberapa tahun terakhir. Dia akhirnya memutuskan untuk melepas sahamnya yang ada di berbagai maskapai penerbangan antara lain Delta (DAL), Southwest (LUV), Amerika (AAL), dan United (UAL) akibat pandemi Covid-19.
Baca juga: Saran Warren Buffet untuk Bill Gates Agar Sukses di Pasar Saham
Pandemi Covid-19 membuat banyak maskapai tak bisa menerbangkan pesawatnya akibat pembatasan sosial demi mencegah penuralan virus corona. Ini membuat banyak maskapai terpukul dan Buffet memilih melepas sahamnya di maskapai.
Saham Berkshire Hathaway juga jatuh hingga 23%. Ini merupakan angka terparah selama 2020.
Berkshire Hathaway juga merugi USD50 juta atau sekira Rp740,3 miliar (kurs Rp14.805 per USD). Ini merupakan kerugian terbesar perusahaan tersebut sepanjang sejarah.
Meski dihantam kerugian yang banyak, rupanya Buffett masih optimistis. Ia bersumpah, Amerika akan sembuh dari virus corona.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.