Dihantam Pandemi Covid-19, Rolls Royce PHK 9.000 Karyawannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2020 18:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 20 320 2217220 dihantam-pandemi-covid-19-rolls-royce-phk-9-000-karyawannya-ofNFJ2bKBj.jpg Mesin pesawat buat Rolls Royce (Foto: Internet of Business)

JAKARTA - Rolls Royce mengumumkan mereka akan melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK terhadap 9.000 karyawannya. Langkah ini dilakukan karena mereka kurang mendapat pemasukan akibat pandemi Covid-19.

Rolls Royce yang memproduksi mesin pesawat menjelaskan, butuh waktu beberapa tahun bagi industri penerbangan sepenuhnya pulih dari hantaman pandemi Covid-19.

Perusahaan tersebut sedang melakukan reorganisasi besar bisnisnya untuk beradaptasi dengan penurunan permintaan produk mesin pesawat.

 industri penerbangan terdampak Covid-19

Seperti dilansir dari News Week, Rabu (20/5/2020), Rolls Royce mengatakan, keputusan untuk memangkas hampir seperlima dari karyawannya dapat menghemat  700 juta poundsterling atau sekira Rp 12,6 triliun (kurs Rp18.034 per poundsterling). Sebagian karyawan yang terkena PHK berada di Inggris.

 Baca juga: Virus Corona, BMW Hentikan Produksi Pabrik Eropa hingga 19 April

CEO Rolls Royce Warren East mengatakan, "Ini bukanlah krisis yang kami buat. Namun ini adalah krisis yang kami hadapi dan kami harus mengatasinya."

"Diberitahu bahwa tidak ada lagi pekerjaan bagi Anda merupakan hal mengerikan dan sangat sulit bagi kita semua. Apalagi jika kita bangga bekerja untuk Rolls Royce," ujar East.

 Baca juga: Pabrikan Mobil Asal Rusia Bikin Tiruan Rolls-Royce Cullinan, Dipasarkan 2022

Namun, kata East, kita harus mengambil keputusan sulit menghadapi bisnis kita melalui masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Pemerintah di seluruh dunia melakukan apa yang mereka bisa lakukan untuk membantu bisnis dalam jangka pendek. Namun kami harus menanggapi kondisi pasar untuk jangka menengah sampai dunia penerbangan bisa bekerja kembali dalam skala besar," ujar East.

Perusahaan juga akan memotong pengeluaran di seluruh pabrik dan properti, modal dan area biaya tidak langsung lainnya.

Ketika negara-negara memberlakukan pembatasan dan lockdown untuk menekan penularan Covid-19, industri penerbangan telah menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling terpukul akibat pandemi. Semua pendapatan dari penumpang pesawat musnah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini