Jangan Salah soal New Normal dengan Kembali ke Normal

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 21 Mei 2020 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 20 320 2217259 jangan-salah-soal-new-normal-dengan-kembali-ke-normal-T47Z7y8bYJ.jpg Penjagaan PSBB (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah ingin mengkampanyekan New Normal sebagai bentuk berdamai dengan Covid-19. Namun, perlu bahasa yang dapat dimengerti oleh segala kalangan.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Berly Martawardaya, dengan istilah bahasa Inggris ini khawatirnya disalahartikan. Di mana, masyarakat mengartikan kondisi normal ini merupakan kondisi yang kembali normal.

"Ini pakai istilah bahasa Inggris yang lebih sulit dimengerti dan bikin orang harus berpikir panjang dulu. Khawatirnya dipahami sebagai New Normal adalah sudah normal kembali (Back To Normal) sehingga bisa aktivitas seperti sebelum ada Covid-19," ujarnya.

Menurut Berly, menyarankan agar menggunakan bahasa yang lebih mudah dimengerti oleh masyarakat. Artinya tidak perlu menggunakan istilah bahasa Inggris seperti yang dilakukan negara-negara lain.

Baca selengkapnya: Eits Jangan Salah, New Normal Berbeda Loh dengan Back to Normal

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini