nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KAI Pastikan Tak PHK Karyawan meski Bisnis Terhantam Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Mei 2020 16:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 05 22 320 2218135 kai-pastikan-tak-phk-karyawan-meski-bisnis-terhantam-corona-YKBLbujdUb.jpg Kereta (Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan tidak akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada pegawainya. Meskipun saat ini, kinerja dari perusahaan kereta plat merah tergerus karena adanya virus Corona.

Direktur Utama KAI Didiek Hartyanto mengatakan, tak hanya PHK, perseroan juga tidak merumahkan pegawainya meskipun operasional sempat dihentikan. Sebab, seluruh karyawan organik akan tetap bekerja dari rumah.

 Baca juga: Dalam Seminggu, KAI Sudah Kirim 25 Ton Barang saat Pelarangan Mudik

"KAI tidak ada PHK tidak ada merumahkan karyawan untuk pegawai organik. Kita juga menerapkan WFH. mayoritas non operasional telah bekerja WFH," ujarnya dalam teleconfrence, Jumat (22/5/2020).

Menurut Didiek, perseroan juga tidak melakukan pemotongan pada gaji pegawai. Selain itu, Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai pun dibayarkan full dan tepat waktu.

 Baca juga: Penumpang Kereta Tak Bawa Masker, Dirut KAI: Kita Berikan

Saat ini, total ada 46.000 pegawai dari PT Kereta Api Indonesia (Persero). Dari jumlah tersebut, 36.000 diantaranya adalah pegawai 36.000 diantaranya merupakan pegawai induk perusahaan atau organik, sementara sisanya bekerja di anak perusahaan.

"Kami tidak ada PHK kepada seluruh pegawai. Total ada 46.000 pegawai, 36.000 induk organik sisanya di anak perusahaan. Gaji kita kasih sesuai hak bersangkutan. THR juga kami bayarkan pada waktunya," jelasnya.

Menurut Didiek, di tengah pandemi ini perseroan banyak melakukan efisiensi biaya-biaya. Hampir 30% biaya-biaya tetap dari perseroan dipotong akibat pandemi ini.

 Baca juga: Mudik Dilarang, KAI Siapkan Layanan Khusus Angkut Dokumen hingga Motor

"Efisiensi biaya, cost reduction. Jadi kami melakukan pemotongan biaya terhadap biaya yang bisa kita potong. Memang komposisi biaya di kai 80% itu merupakan biaya tetap variable 20%," jelasnya.

Namun lanjut Didiek, bagi biaya yang tak bisa dipotong perseroan mengambil langkah untuk menunda pengeluaran biaya tersebut, seperti pembayaran biaya ke vendor-vendor. Artinya pemotongan ini tidak akan mempengaruhi pegawainya.

"Kita bicara dengan vendor bahwa pendapatan mengalami gangguan. Maka kami minta relaksasi. Angsuran pokok perbankan juga kami minta penundaan 1 tahun," jelasnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini