Ekonomi Diprediksi Turun hingga Akhir 2021, Bos The Fed: Penderitaan Besar

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 25 Mei 2020 14:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 05 25 20 2219272 ekonomi-diprediksi-turun-hingga-akhir-2021-bos-the-fed-penderitaan-besar-fHGRecztbj.jpg Dampak Virus Corona terhadap Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memperkirakan penurunan ekonomi akibat pandemi Covid-19 kemungkinan dapat berlangsung hingga akhir 2021.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News "60 Minutes", Powell mengatakan, orang Amerika perlu mempersiapkan diri untuk realitas ekonomi baru yang akan membutuhkan waktu bagi kita untuk kembali.

Lebih dari 30 juta orang Amerika telah mengajukan pengangguran dalam enam minggu, meskipun jumlah pengangguran di Amerika mungkin lebih tinggi.

Baca Juga: Indikator Ekonomi Dunia Bisa Resesi, Simak Fakta-faktanya

“Ini adalah masa penderitaan dan kesulitan besar,” katanya seperti dilansir Business Insider pada Senin (25/5/2020).

"Dan itu datang pada kami dengan begitu cepat dan dengan kekuatan yang sedemikian rupa, sehingga Anda benar-benar tidak dapat mengungkapkan rasa sakit yang dirasakan orang dan ketidakpastian yang mereka sadari. Dan itu akan memakan waktu bagi kita untuk kembali," sambungnya.

Baca Juga: Resesi di Depan Mata, Pertumbuhan Ekonomi Global 2020 Diprediksi Minus 2,2%

Para ekonom sepakat bahwa AS sudah berada dalam resesi karena PHK akibat pandemi Covid-19 dan penutupan industri, yang mendorong banyak negara bagian AS untuk mulai mengangkat pembatasan virus corona.

Powell tetap optimis bahwa ekonomi pada akhirnya akan pulih kembali, dengan asumsi virus corona tidak meletus ke gelombang kedua.

"Ekonomi ini akan pulih, mungkin memerlukan waktu" katanya.

"Saya pikir Anda akan melihat perekonomian pulih pada paruh kedua tahun inii. Agar perekonomian pulih sepenuhnya, orang harus percaya diri sepenuhnya dan mungkin harus menunggu kedatangan vaksins" sambungnnya.

AS telah melihat jumlah terbesar kasus virus corona dari negara mana pun di dunia. Hingga Minggu malam, telah dilaporkan lebih dari 1,4 juta kasus dan lebih dari 89.000 kematian.

Powell mengatakan, dia mendukung kebijakan pemerintah yang membantu bisnis menghindari kebangkrutan yang dapat dihindari dan melakukan hal yang sama untuk individu.

“Biarkan mereka bekerja di rumah, tetap bayar upah mereka. Usahakan agar keluarga terlarut," katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini