Share

Mal Dibuka di New Normal, Pengunjung Dibatasi hingga Efek ke Ekonomi RI

Taufik Fajar, Okezone · Rabu 27 Mei 2020 08:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 320 2220118 mal-dibuka-di-new-normal-pengunjung-dibatasi-hingga-efek-ke-ekonomi-ri-43mBmCT8xx.jpg Mal Kembali Dibuka (Foto: Okezone/Heru)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap menjalankan skenario new normal di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Salah satunya dengan membuka mal atau pusat perbelanjaaan dengan tingkat kedispilinan yang tinggi.

Menurut data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) per 26 Mei 2020, terdapat 70 mal di Jakarta yang siap dibuka secara bertahap pada 5 Juni dan 8 Juni 2020. Pembukaan mal ini menunggu berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta pada 4 Juni 2020.

Baca Juga: Awalnya Hanya 60 Mal yang Akan Dibuka, Kini Jadi 70 Titik

Untuk memastikan penerapan new normal aman di tengah pandemi Covid-19, Jokowi mengerahkan TNI-Polri untuk melaksanakan pendisiplinan di empat provinsi pada tahap pertama new normal.

Jokowi berencana membuka kembali pusat perbelanjaan untuk kembali ke dalam new normal. Hal ini agar Indonesia tetap produktif di tengah wabah virus Corona atau Covid-19.

Dirinya pun melihat kesiapan dari Mal Sumarecon Bekasi untuk dapat membuka kembali pelayanannya. Namun, tidak seperti biasanya, pembukaannya nanti dengan protokol kesehatan yang ketat dan menuju ke new normal.

"Kita ingin tetap produktif tapi aman covid. produktif dan aman covid. ini yang kita inginkan," ujarnya dalam telekonferensi di Summarecon Mal Bekasi, Jakarta, Selasa 26 Mei 2020.

Baca Juga: Akan Kembali Buka Mal, Presiden Jokowi: Tetap Produktif tapi Aman Covid-19

Untuk menuju ke tatanan baru pemerintah akan melihat angka-angka dan fakta-fakta akan kurva R-0. Namun, nantinya, akan ada TNI dan Polri yang akan menjaga pusat-pusat perbelanjaan tersebut.

"Jadi TNI dan Polri mengawasi pengawasan di lapangan. memastikan pelaksanaan di lapangan hal-hal yang berkaitan dengan memakai masker, menjaga jarak, dan menghindarkan orang dari kerumunan dan saling berdesak-desakan ini yang kita pastikan," ujarnya.

 Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Sarana Publik Jelang New Normal

Nantinya, jumlah pengunjung mal dibatasi. Jika mal memiliki kapasitas 1.000 orang, maka hanya diizinkan setengahnya saja atau 500 orang yang boleh mengunjungi mal.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, pada tahap pertama, aparat akan melaksanakan pendisiplinan di Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Barat dan Gorontalo.

"Mudah-mudahan tahap pertama bisa berjalan baik akan kita atur mal yang kapasitas 1.000 akan kita izinkan 500 (orang) saja dan kita awasi," terang Panglima TNI.

TNI-Polri akan menjaga fasilitas tempat-tempat keramaian untuk mendisiplinkan masyarakat agar aman dari penularan virus Corona (COVID-19).

Selain mal, TNI-Polri juga menjadi tempat yang akan dibatasi kapasitasnya. Panglima TNI mengatakan rumah makan dengan kapasitas 500 orang akan dibatasi hanya 200 orang saja.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat mengatakan, hampir 2 bulan kegiatan bisnis ritel di DKI Jakarta mati suri. Dampak yang berat dengan penutupan mall karena PSBB menyebabkan semua pengelola pusat belanja dan retailer/ tenant mengalami kesulitan finansial, terutama kesulitan cashflow.

"Di mana dampak ini juga secara langsung menimpa para karyawan yang tidak bekerja dan sudah tidak mempunyai tabungan lagi untuk bertahan menghidupi keluarganya . Selain atas dorongan para retailer atau tenant khususnya UKM yang minta agar mal segera dibuka," ujarnya.

Menurutnya, dengan dibukanya mal kembali maka akan dapat membantu menggerakkan roda perekonomian Nasional dan meningkatkan ketahanan bangsa Indonesia. Di samping dengan terbitnya Surat keputusan dari Menkes, dan dengan rencana berakhirnya PSBB DKI ke 3 yang direncanakan pada tanggal 4 Juni 2020, adanya imbauan dari pemerintah untuk berani dan mulai menghadapi COVID-19 .

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini