Prakerja Gelombang 4 Ditunda, Apa Alasannya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 08:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 320 2220125 prakerja-gelombang-4-ditunda-apa-alasannya-YCA51Hlg5m.jpg Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)

 JAKARTA – Pemerintah memutuskan untuk menunda pendaftaran kartu prakerja gelombang 4. Seharusnya pendaftaran kartu pra kerja gelombang keempat ini akan dilakukan pada 26 Mei 2020.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, ada penyebab pembukaan pendaftaran gelombang keempat mengalami penundaan. Hal ini dikarenakan beberapa alasan yang membuat pendaftaran program kartu prakerja gelombang keempat tidak bisa dilakukan kemarin.

Baca Juga: Fakta-Fakta Penundaan Gelombang ke 4 Program Kartu Pra Kerja

"Gelombang empat (kartu pra kerja) belum dibuka sementara ini," ujarnya saat dihubungi Okezone, Rabu (27/5/2020).

Salah satu alasannya adalah karena manajemen pelaksana atau Project Managemen Officer (PMO) dari program kartu pra kerja ini sedang melakukan evaluasi dari gelombang sebelumnya. Selain itu, PMO juga masih menerima masukan-masukan dari berbagai pihak terkait pelaksanaan kartu pra kerja ini.

prakerja

Sementara itu, Panji tidak menjawab saat ditanya mengenai sangkut paut antara jumlah pendaftar yang terlalu banyak dibandingkan kuota yang disediakan. Panji juga tidak memberikan kepastian kapan kartu pra kerja gelombang keempat akan dibuka nantinya.

"Komite Cipta Kerja masih melakukan evaluasi pelaksanaan gelombang 1-3 serta masukan atau pertimbangan dari publik dan lembaga pengawas pemerintah," jelasnya.

Untuk diketahui, program Kartu Prakerja diciptakan untuk pengembangan potensi kerja. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mengurangi dampak ekonomi bagi orang yang terkena PHK atau dirumahkan akibat pandemi virus corona.

Sejak dimulai dibukanya pendaftaran gelombang pertama pada Sabtu 11 April 2020 hingga Kamis 16 April, tercatat sebanyak 2.780.026 peserta akan mengikuti program perdana kartu pra-kerja ini.

Selama enam hari masa pendaftaran gelombang pertama, tercatat ada 5.965.048 user. Kemudian telah dilakukan verifikasi email tercatat ada 4.428.669 user.

Selanjutnya, disisir lagi berdasarkan NIK, dan tercatat sebanyak 3.294.190 user. Kemudian diproses lagi dengan data yang ada dari kementerian maka yang telah memasuki join batch 2.078.026 user.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini