Zat Emisi Ditargetkan Turun 29% di 2030

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 320 2222011 zat-emisi-ditargetkan-turun-29-di-2030-2K9hVrjogw.jpg Menteri LHK Siti Nurbaya (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menargetkan penurunan zat emisi pada 2030 mendatang sebesar 29% melalui Bussiness as Usual (BAU) dengan upaya sendiri. Sementara dengan bantuan internasional ditargetkan bisa turu sampai dengan 41%.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, dalam mewujudkan target tersebut, pemerintah daerah berperan penting. Apalagi hal tersebut tertuang dalam amanat Undang-Undang Nomor 16 tahun 2016 mengenai Perubahan Iklim.

Baca Juga: Inggris Ingin Pelarangan Mobil Bermesin Konvensional dan Hybrid Diterapkan Lebih Cepat

Memang menurut Siti, Indonesia telah menerapkan kebijakan holistik dan integral dalam mempertahankan dan meningkatkan ketahanan nasional. Namun agar berjalan lebih efektif diperlukan pendekatan antar-daerah, antar sektoral dan multi-disiplin.

''Indonesia juga memiliki kebijakan yang komprehensif mulai dari pemerintahan tingkat pusat sampai tingkat desa, dengan target kerja yang terukur untuk komitmen Perjanjian Paris,'' ujarnya mengutip keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2020).

Baca Juga: Persiapan Jadi Negara Maju, RI Harus Jaga Ekonomi dan Lingkungan Hidup

Menurut Siti, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memainkan peran koordinasi, pemantauan, dan pengawasan dalam implementasi Nationally Determined Contribution (NDC). Namun hal tersebut arus didukung oleh para stakeholder lainnya termasuk kota dan kabupaten.

Menurut Siti, saat ini proses finalisasi serta penyelesaian peta jalan NDC terus dipersiapkan dengan rinci. Pemerintah Indonesia juga melakukan koordinasi implementasi NDC di berbagai tingkatan pemerintahan dan sektor melalui berbagai peraturan yang memungkinkan koordinasi dan sinergi.

Berbagai kebijakan dan tindakan terkait perubahan iklim juga telah berjalan seperti pendanaan anggaran nasional (budget tagging), penggunaan Dana Desa untuk mendukung Program Kampung Iklim (PROKLIM) dan aksi iklim yang dilakukan oleh kota dan kabupaten.

''Sebagai negara kepulauan, negara kesatuan, dengan sistem pemerintahan demokratis yang terdesentralisasi, Indonesia telah menerapkan kebijakan komprehensif, holistik dan integral dalam mempertahankan dan meningkatkan ketahanan nasional, yang memerlukan pendekatan antar-daerah, antar sektoral dan multidisiplin,'' jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini