Driver Ojol Mau Protes ke Jokowi, Gara-Gara Belum Boleh Narik

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 30 Mei 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 30 320 2222085 driver-ojol-mau-protes-ke-jokowi-gara-gara-belum-boleh-narik-qe2qeSAX1n.jpg Ilustrasi Driver Ojol (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Indonesia langsung bereaksi atas keputusan pemerintah untuk tetap melarang Ojek Online membawa penumpang saat tatanan baru atau new normal di mulai. Bahkan, para driver Ojol ini siap menggelar aksi besar di depan Istana Negara jika keputusan tersebut ditetapkan.

Ketua Presidium Nasional Garda, Igun Wicaksono mengatakan, aksi demo tersebut sebagai bentuk protes dari para pengemudi ojek online. Sebab semua anggota Garda dan ojol seluruh Indonesia tidak terima jika ojol terus dilarang membawa penumpang.

"Pada presiden sekalian (kami akan unjuk rasa) karena ini tidak sinkron dengan kementerian-kementerian di bawah Presiden RI. Saat ini sudah mulai viral di rekan-rekan driver ojol seluruh Indonesia, mengenai pelarangan ojol membawa penumpang saat fase New Normal, driver ojol seluruh Indonesia menyatakan siap bergerak kalau ini benar dilarang, sekalian saja kita protes secara massal," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2020).

Garda menyatakan bahwa ojek online tidak semestinya dilarang. Sebab para driver ojol ini telah membuat dua protokol, yaitu protokol kesehatan dan protokol 'Basic Personal Hygiene' yang dapat diterapkan pengendara ojol saat mengangkut penumpang pada new normal.

Baca Juga: New Normal, Opang dan Ojol Tetap Dilarang Bawa Penumpang

Garda juga himbau dan inginkan penumpang wajib membawa helm sendiri, serta Garda saat ini tengah siapkan penggunaan pembatas antara pengendara dan penumpang (partisi) agar tak bersentuhan langsung. Dengan berbagai persiapan protokol Garda dan tools kelengkapan berupa partisi dan lain-lain.

"Ya terus kenapa masih dilarang juga, kecuali kami tidak punya standar apapun, kata Igun.

Garda juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setyadi terkait hal ini. Pihak Kemenhub baru akan berkoordinasi mengenai larangan yang dibuat Kemendagri itu.

"Garda akan buka komunikasi intensif dengan Kemenhub agar menjembatani dengan Kemendagri untuk meninjau ulang dan batalkan pelarangan ojol membawa penumpang pada fase 'New Normal' nanti. Apabila tidak bisa juga 'deadlock' ya setelah PSBB teman-teman siap turun pergerakan ke jalan kembali," jelasnya

Larangan ojek online mengangkut penumpang pada masa new normal pertama mencuat melalui aturan yang ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Larangan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020. Larangan juga berlaku bagi ojek pangkalan.

Dengan aturan tersebut berarti ojek tetap tidak boleh mengangkut penumpang selama new normal, kecuali barang sama seperti PSBB.

"Pengoperasian ojek konvensional/ojek online harus tetap ditangguhkan untuk mencegah penyebaran virus melalui penggunaan helm bersama dan adanya kontak fisik langsung antara penumpang dan pengemudi," tulis Kepmendagri yang ditandatangani Tito.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini