JAKARTA - Miliarder Warren Buffett membuat langkah yang tidak biasa pada 1997. Pasalnya, dirinya membeli 111 juta ons atau hampir 3.500 ton perak.
Pembelian tersebut, membuat Thomas Kaplan menjadi miliarder. Di mana, dirinya memiliki perusahaan pertambangan bernama Apex Silver Mines.
Baca juga: SpaceX Luncurkan Roket ke Luar Angkasa, Berapa Kekayaan Elon Musk?
Kaplan berusia awal 30-an, dengan gelar doktor dalam sejarah dari Universitas Oxford tetapi tidak memiliki pengalaman industri, ketika ia mendirikan sebuah perusahaan pertambangan bernama Apex Silver Mines pada tahun 1993. Meskipun kurang kredensial, ia menerima investasi USD10 juta dari investor miliarder George Soros pada 1994.
Pada saat itu, pasar perak global lagi masa pemulihan dari tekanan miliarder minyak, Nelson Bunker Hunt pada tahun 1979. Gelembung perak telah meledak pada awal 1980, memangkas harga logam mulia dari USD50 per ons menjadi kurang dari USD10 , dan menjadikannya aset beracun bagi banyak investor.
Baca juga: Raja Kasino Makau Stanley Ho Meninggal Dunia di Usia 98 Tahun
"Apa yang benar-benar berakhir adalah ketika Warren Buffett membeli perak itu," ujar kaplan mengutip Business Insider, Jakarta, Minggu (31/5/2020).
Saat ini, Kaplan merupakan Chairman dari NovaGold Resources. Dirinya mengingat jelas bahwa masa kejatuhan perak merupakan tekanan dan hanya rahmat Tuhan yang dapat membuatnya pulih.
"Dan sebaliknya, bukan waktu yang tepat untuk berada di pasar, tetapi itu mengubah segalanya," ujarnya.
Investasi perak Buffett dan mitranya Charlie Munger tidak hanya menguntungkan Kaplan. Ini juga menghasilkan pengembalian sebelum pajak lebih dari USD97 juta untuk konglomerat Berkshire Hathaway mereka.
Baca juga: Demi Selamatkan Bisnis dari Covid-19, Richard Branson Jual Saham dan Pulau
Warren menggambarkan taruhan sebagai "kembali ke masa lalu" ketika ia membeli perak pada 1960-an untuk mengantisipasi demonetisasi oleh pemerintah AS. Pada tahun 1997, ia bertaruh pada logam lagi karena ia memperkirakan stok yang menyusut akan menaikkan harga perak.
"Dalam beberapa tahun terakhir, persediaan emas batangan telah turun secara material, dan Charlie dan saya menyimpulkan bahwa harga yang lebih tinggi akan diperlukan untuk membangun keseimbangan antara penawaran dan permintaan," kata Buffett dalam surat ke pemegang saham pada tahun 1997.