Trafik Peti Kemas Turun 4,8%, Pendapatan IPC Capai Rp3,5 Triliun hingga April

Wilda Fajriah, Jurnalis · Minggu 31 Mei 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 31 320 2222479 trafik-peti-kemas-turun-4-8-pendapatan-ipca-capai-rp3-5-triliun-hingga-april-ZKv1AZpTh4.jpg Pelabuhan (Okezone)

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) (IPC) membukukan pendapatan sebesar Rp3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan terjaga, meskipun kondisi perekonomian global terdampak pandemi virus Corona (Covid-19).

“Memang trafik peti kemas pada periode Januari hingga April 2020 turun 4,8 persen. Namun pendapatan perseroan masih terjaga. Salah satu penopangnya adalah tumbuhnya kinerja beberapa anak perusahaan,” kata Direktur Utama IPC, Arif Suhartono, di Jakarta, Minggu (31/5).

 Baca juga: Bongkar Barang Pelindo I Turun 12,7% di Tengah Covid-19

Dia mencontohkan, kinerja PT Jasa Armada Indonesia (JAI) yang merupakan anak perusahaan IPC tumbuh signifikan. Pada kuartal pertama, pendapatan usaha JAI naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019, dari Rp. 154 miliar menjadi Rp. 184 miliar.

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak besar bagi perekonomian global dan nasional. Namun IPC terus berupaya meminimalisir dampak tersebut jauh-jauh hari.

 Baca juga: Sejak Covid-19, Jumlah Penumpang di Pelabuhan Terus Turun

“Salah satu antisipasi yang kami lakukan adalah mengatur penugasan yang efektif di seluruh terminal, sehingga semua kapal yang bersandar terlayani sesuai jadwal kedatangan. Sejak awal virus Corona merebak, IPC tetap beroperasi dan memastikan semua aktivitas kapal barang di pelabuhan terlayani,” jelas Arif.

Sejauh ini, IPC belum merevisi target pendapatan tahun 2020. Perseroan masih melihat situasi hingga akhir Juni untuk merevisi target-target tahun 2020.

Pada tahun 2019, IPC mencatat pendapatan usaha sebesar Rp11,14 Triliun, dengan laba bersih sebesar Rp2,50 triliun. Dengan mulai bergeraknya perekonomian di beberapa negara, seperti China, yang menjadi penyumbang terbesar arus peti kemas di Tanjung Priok, IPC berharap kinerja perseroan terus terjaga. Selama periode Januari-April 2020, arus peti kemas Tanjung Priok tercatat sebesar 2,12 juta TEUs.

“Kita harapkan di era normal baru ini pandemi Covid-19 bisa dikendalikan sehingga perkonomian global bergerak, dan arus peti kemas bisa meningkat hingga kuartal keempat tahun 2020,” kata Arif.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini