Akibat Covid-19, Pengasuh Anak Kena PHK dan Terpaksa Numpang Makan

Selasa 02 Juni 2020 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 320 2223315 akibat-covid-19-pengasuh-anak-kena-phk-dan-terpaksa-numpang-makan-8Je4XX4lWp.jpg Sedih kena PHK (Foto: Her View From Home)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 benar-benar memukul keras sektor ekonomi. Banyak orang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini.

Pekerja rumah tangga (PRT) hingga pengasuh anak banyak yang di-PHK akibat pandemi Covid-19. Mereka seringkali tak mendapat pesangon saat di-PHK padahal mereka harus membayar kebutuhan hidup sehari-hari.

 PHK terjadi di mana-mana

Sri Herni diberhentikan dari pekerjannya pada Maret lalu sebagai pengasuh anak di keluarga warga negara asing. Keluarga asing tersebut terpaksa pulang ke negaranya akibat pandemi corona.

Sudah tiga bulan ia menganggur. Dua bulan lebih ia habiskan untuk tinggal di kampung dan baru sepuluh hari ini kembali ke Jakarta.

Seperti dilansir dari BBC, Selasa (2/6/2020), Sri Herni yang telah berpisah dengan suaminya, kini tinggal di Cilandak, Jakarta Selatan. Tiap bulan, dia harus membayar sewa rumah Rp700 ribu per bulan dan mengirim uang ke kampung untuk anak dan orang tuanya sebesar Rp2-3 juta per bulan. Uangnya, kini hanya tersisa Rp70 ribu.

"Saya tidak punya uang sama sekali. Saya ke tempat kakak dan adik saya di Pasar Minggu untuk menumpang makan. Saya juga berutang ke teman-teman, sudah Rp1 juta lebih," ujar Sri Herni.

 Baca juga: Derita PRT Akibat Covid-19, Di-PHK via WhatsApp dan Tak Ada Pesangon

"Saya sedih tapi saya harus kuat menghadapi kehidupan ini. Saya hanya pasrah dan berdoa untuk menghadapi kehidupan saya dan teman-teman saya yang banyak di-PHK dengan wabah corona ini."

"Virus belum berakhir. Jadi belum ada pekerjaan buat saya lagi," kata Sri Herni menangis sedih.

 Baca juga: Pilot Garuda Indonesia Akhirnya Kena PHK

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengaku belum menerima laporan pemecatan sepihak para PRT di pandemi Covid-19. Mereka meminta PRT untuk melapor agar pemerintah bisa hadir memberikan fasilitas kepada mereka.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini