Defisit APBN 2020 Bengkak ke 6,34%, Ini Penjelasan Menkeu

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 03 Juni 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 03 20 2223896 defisit-apbn-2020-bengkak-ke-6-34-ini-penjelasan-menkeu-PBCq9xKltE.jpg Sri Mulyani (instagram @SMIndrawati)

JAKARTA - Defisit anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2020 kembali melebar. Diperkirakan, defisit APBN 2020 melebar jadi Rp1.039, 2 triliun atau 6,34% dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perubahan tersebut akan dimasukan ke dalam revisi Peraturan Presiden nomor 54 tahun 2020.

 Baca juga: Perubahan Postur APBN 2020, Presiden Jokowi: Kalkulasikan Lebih Cermat dan Matang

"Perpers nomor 54 tahun 2020 akan direvisi dengan defisit yang meningkat dari Rp852,9 triliun atau 5,07% dari GDP jadi Rp1.039,2 triliun, atau menjadi 6,34% dari PDB," ujarnya dalam telekonferensi usai Ratas mengenai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Dirinya mengatakan, melebarnya defisit tersebut karena adanya revisi dari pendapatan dan belanja negara. Adapun pendapatan negara akan dikoreksi yang awalnya Rp1.760,9 trilin akan mengalami penurunan ke Rp1.699,1 triliun.

"Di mana penerimaan pajak dari Rp1.462,62 triliun akan menjadi Rp1.404,5 triliun," ujarnya.

 Baca juga: Fakta Menarik Dana Rp641 Triliun untuk Pulihkan Ekonomi, Siapa Saja yang Dapat?

Sementara itu, lanjutnya, untuk belanja negara akan meningkat menjadi Rp2.738,4 triliun. Sebelumnya, belanja negara dalam Perpres 54 tahun 2020 sebesar Rp2.613,8 triliun.

"Terjadi kenaikan belanja Rp124,5 triliun," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini