Cegah Covid-19, Belanja Kementerian Lembaga Dipangkas Rp50 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 15:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 04 20 2224514 cegah-covid-19-belanja-kementerian-lembaga-dipangkas-hingga-rp50-triliun-RZlwXP6DrV.jpg Rupiah (Reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana merevisi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020. Hal ini seiring pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu menyebutkan, dalam revisi APBN juga akan memotong anggaran untuk diahlihkan pada pencegahan virus corona atau Covid-19.

 Baca juga: Defisit APBN Rp1.039 Triliun, Pendapatan Negara Diprediksi Turun Jadi Rp1.699 Triliun

"Dalam revisi ini, pemerintah memutuskan untuk menghemat seluruh belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp50 triliun," ujar dia pada telekonfrensi, Kamis (4/6/2020).

Kemudian, lanjut dia, anggaran belanja pemerintah pusat naik Rp123,3 triliun menjadi Rp1.974,4 triliun. Hal ini setelah menyusun revisi APBN versi Perpres 54 tahun 2020.

"Dalam revisi ini outlook belanja negara naik Rp124,5 triliun menjadi Rp2.738,4 triliun dari yang sebelumnya Rp 2.613,8 triliun. Itu masih mungkin Cuma memang kita harus hati-hati," ungkap dia.

 Baca juga: Nadiem Makarim Pastikan Tak Ada Pemotongan Tunjangan Guru

Dia juga merinci untuk belanja K/L terjadi penurunan sebesar Rp50 triliun menjadi Rp786,5 triliun dari yang sebelumnya Rp836,5 triliun. Sedangkan, untuk belanja non K/L mengalami kenaikan Rp173,3 triliun menjadi Rp1.187,9 triliun dari yang sebelumnya Rp 1.014,6 triliun.

"Jadi peningkatan anggaran ini salah satunya dikarenakan mengakomodir tambahan pembiayaan akibat pelebaran defisit fiskal ke level 6,34% terhadap produk domestik bruto (PDB)," jelas dia.

Dia menambahkan untuk anggaran transfer daerah dan dana desa (TKDD), mengalami peningkatan tipis menjadi Rp763,9 triliun dari yang sebelumnya Rp762,7 triliun.

"Oleh karena itu ini bagian dari kenyataan yang harus dihadapi dan pemerintah respon dengan cepat. Apa yang terjadi dengan perekonomian kita, hari demi hari, bulan demi bulan dan secara resmi dilakukan dengan perpres," pungkas dia.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini