12 Fakta yang Perlu Diketahui Pebisnis soal PSBB Masa Transisi

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 04 320 2224675 12-fakta-yang-perlu-diketahui-pebisnis-soal-psbb-masa-transisi-uKwSd28qv4.jpg Jakarta (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masa transisi. Hal ini untuk menekan lebih dalam lagi penyebaran virus corona atau Covid-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, masa transisi tersebut akan dilakukan dengan aman, sehat dan produktif. Hal ini agar masyarakat di DKI Jakarta bebas dari virus Corona atau Covid-19.

"Dalam masa transisi ini kegiatan Sosial ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap," ujarnya.

 Baca juga: Mal di Jakarta Diizinkan Buka pada 15 Juni 2020

Oleh sebab itu, Jakarta, Kamis (4/6/2020), berikut fakta-fakta yang perlu diketahui pebisnis soal PSBB masa transisi di DKI Jakarta:

1. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta menetapkan memperpanjang status PSBB dan menetapkan bulan Juni sebagai dimulainya masa transisi.

2. Masa transisi menuju kondisi aman, sehat dan produktif.

3. Dalam masa transisi ini, kegiatan sosial ekonomi sudah mulai bisa dilakukan bertahap, dengan ada batasan yang harus ditaati.

 Baca juga: Jakarta Terapkan PSBB Masa Transisi, Ini Aturan di KRL

4. Periode ini menjadi periode transisi dari masa pembatasan menuju kembalinya kegiatan sosial ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat luas.

5. Periode transisi ini juga menjadi periode edukasi dan pembiasaan terhadap pola hidup sehat dan aman sesuai protokol Covid-19.

6. Fase pertama dari masa transisi ini dimulai dengan melakukan pelonggaran hanya atas kegiatan-kegiatan yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan memiliki efek risiko yang terkendali. Fase pertama diharapkan bisa tuntas di akhir bulan Juni.

7. Bila kita berhasil melewati fase pertama dengan baik (tanpa ada lonjakan kasus berarti dan semua indikator-indikator yang tadi disebut angkanya baik), maka Jakarta memasuki fase berikutnya, yaitu fase kedua, di mana kelonggaran akan bisa semakin diperluas.

8. Dalam masa transisi ini, segala peraturan mengenai sanksi terhadap pelanggaran pembatasan juga masih terus berlaku dan akan terus ditegakkan. Mulai dari pelanggaran kegiatan usaha dan kegiatan kemasyarakatan yang tidak dikecualikan, hingga pelanggaran kewajiban penggunaan masker oleh warga.

9. Pada 3 Maret ada 2 kasus positif di Jakarta. Selama 3 bulan ini, di Jakarta ada 7.623 kasus positif, 523 orang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19, 2.562 orang dimakamkan dengan protap COVID, 2.586 orang dinyatakan sembuh, perekonomian banyak terhambat.

10. Maka, bila tidak disiplin, pusat perbelanjaan dibuka terlalu bebas tanpa protokol kesehatan, restoran dibuat penuh karena ingin mengejar keuntungan, perkantoran memaksakan semua orang masuk bersamaan demi mengejar target, kegiatan ibadah massal menciptakan kerumunan tanpa jarak aman, maka, konsekuensinya bisa terjadi lonjakan kasus lagi dan seakan kembali ke kondisi bulan-bulan sebelumnya.

11. Bila ada tanda peringatan, maka Pemprov DKI Jakarta dan Gugus Tugas DKI Jakarta tidak ragu dan tanpa menunda akan menggunakan kewenangannya untuk menghentikan kegiatan sosial ekonomi di masa transisi ini.

12. Pemprov DKI akan dengan segera menerapkan mekanisme kebijakan rem darurat (emergency brake policy) bila dirasa diperlukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini