Ibadah Haji Ditiadakan, Amphuri: Kami Berharap Mendapatkan Stimulus dari Pemerintah

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 320 2224962 ibadah-haji-ditiadakan-amphuri-kami-berharap-mendapatkan-stimulus-dari-pemerintah-5utyWSOpoC.jpg Haji (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1441 Hijriah akhirnya mendapatkan jawaban. Pemerintah Indonesia memutuskan tidak memberangkatkan jamaah haji 2020 ke Tanah Suci karena pandemi Covid-19.

Terkait hal itu, Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur, meminta kepada pemerintah untuk menyiapkan bantuan stimulus bagi penyelenggara haji.

Baca Juga: Menhub Minta Maskapai Jemput Jamaah Umrah di Arab Saudi

Menurut dia, kebanyakan pengusaha ini memiliki banyak karyawan seperti pengajar pendidik dan lain sebagainya. Dengan ditiadakannya haji ini, maka banyak pengusaha terdampak.

"Kami berharap pemerintah melakukan memberikan stimulus dengan penyelenggaraan haji ini. Karena rata-rata pengusaha haji memiliki lebih dari seribu pegawai," ujar dia pada acara IDX Channel, Jumat (5/6/2020).

 

Kemudian, lanjut dia, stimulus ini juga untuk kelanjutan usaha ke depannya. Di mana pelaksanaan haji ini merupakan sumber pendapatan besar bagi pengusaha.

"Oleh karena itu, dengan tidak adanya pelaksanaan haji, kami masih bingung memikirkan untuk usaha ke depannya," ungkap dia.

Sebelumnya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menegaskan dana haji sebesar USD600 juta tidak ada kaitannya dengan pembatalan Haji 2020.

Baca Juga: Arab Saudi Stop Umrah, AP II Asistensi Jamaah di Bandara Soetta

Kepala BP-BPKH Anggito Abimanyu menjelaskan, dana tersebut memang tersimpan di rekening BPKH dan jika tidak dipergunakan untuk penyelenggaraan ibadah haji akan dikonversi ke dalam mata uang rupiah dan dikelola oleh BPKH.

"Dana konversi Rupiah itu sendiri nantinya tetap akan tersedia dalam rekening BPKH yang aman dan dipergunakan dalam menunjang penyelenggaraan ibadah haji," kata Anggito dalam keterangan tertulisnya, Jakarta.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini