Haji 2020 Ditiadakan: Bisnis Travel Kehilangan Rp4,32 Triliun, Garuda Rugi Rp3,4 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 05 Juni 2020 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 320 2225085 haji-2020-ditiadakan-bisnis-travel-kehilangan-rp4-32-triliun-garuda-rugi-rp3-4-triliun-LUcryH6gJd.jpg Haji (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah Haji 2020 ke Tanah Suci karena pandemi Covid-19. Di mana pembatalan ini berdampak pada hilangnya peluang (opportunity loss) bisnis yang sangat besar bagi perusahaan penyelenggara Haji dan Umrah.

"Dampak pembatalan ini, menimbulkan opportunity loss sebesar USD200 juta hingga USD300 juta bagi perusahaan penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia," kata Sekjen Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Firman M Nur dalam acara IDX Channel, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga: Haji 2020 Batal, 350 Travel Terdampak hingga Arab Saudi Kehilangan Devisa

Kemudian, pembatalan haji juga menimbulkan kerugian bagi maskapai Garuda Indonesia sebesar Rp3,4 triliun.

Sebelumnya, keputusan pemerintah terkait pembatalan pemberangkatan jamaah Haji tahun 1441 Hijriah/2020 Masehi menyebabkan beberapa sektor terdampak, seperti jasa makanan atau catering, jasa transportasi. Hal itu disampaikan President Director Aviatory Indonesia Ziva Narendra.

Baca Juga: Ibadah Haji Ditiadakan, Amphuri: Kami Berharap Mendapatkan Stimulus dari Pemerintah

"Ada beberapa sektor yang terdampak dengan pembatalan haji tahun ini. Seperti sektor jasa makanan, jasa transportasi darat dan udara. Ini dampaknya cukup besar sekali," ujar dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini