Fakta Menarik Cegah Resesi, Ekonomi Tidak Minus

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 08:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 07 20 2225969 fakta-menarik-cegah-resesi-ekonomi-tidak-minus-lHS7ARViwi.jpg Ekonomi Dunia Bisa Resesi karena Covid-19. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan supaya pertumbuhan ekonomi jangan sampai minus. Kepala Negara pun berhapa kuartal III dan IV bisa menjadi penopang turunnya ekonomi akibat virus corona.

Tak hanya Indonesia yang ekonominya menurun. Hampir seluruh negara mengalami perlambatan, bahkan ekonomi global diprediksi minus 2,2%%.

Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait resesi ekonomi akibat virus corona, Senin (8/6/2020):

1. Harapan Jokowi

Presiden Joko Widodo ingin agar kinerja perekonomian Indonesia di kuartal II hingga IV bisa tinggi. Sehingga, angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini tidak jatuh terlalu dalam.

Sebab pada kuartal I-2020 lalu saja, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 2,97%. Jika kinerja ekonomi kuartal II, III dan IV tidak membaik, maka ekonomi Indonesia bisa saja berada di angka minus.

2. Jangan Sampai Minus

"Dan kuartal II, III dan IV harus mampu menahan laju pertumbuhan ekonomi agar tidak sampai minus dan bahkan kita harapkan kita pelan pelan bisa rebound," ujar Presiden Jokowi.

3. Maksimalkan Pemulihan Ekonomi Nasional

Presiden Jokowi meminta agar seluruh program pemulihan ekonomi bisa dijalankan sesegera mungkin. Sehingga dampak ekonomi ini bisa terasa dengan cepat.

"Saya harapkan saya minta dan saya ingin pastikan ini harus segera operasional di lapangan. Segera dilaksanakan di lapangan," ucap Jokowi.

4. Begini Upaya Jaga Ekonomi

Ada beberapa program pemulihan ekonomi yang sudah dirancang oleh pemerintah. Misalnya subsidi bunga untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), penjaminan kredit modal kerja hingga penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN.

"Semua skema program pemulihan ekonomi yang telah dirancang seperti subsidi bunga untuk UMKM, penempatan dana untuk bank bank yang terdampak restrukturisasi, kemudian penjaminan kredit modal kerja, kemudian PMN untuk BUMN dan investasi pemerintah untuk modal kerja,” kata Jokowi.

5. Negara Besar Hadapi Resesi

Sebagai contoh adalah Jepang, yang merupakan 3 negara dengan perekonomian tertinggi. Di mana, perekonomiannya menyusut 1,6% pada kuartal IV-2019.

Apalagi, penurunan tersebut dikarenakan efek dari pajak penjualan yang tinggi dan serangan angin topan. Hal ini menjadi kontradiksi dibandingkan pada 2014.

Selain itu, Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa mulai terhenti, bahkan sebelum virus korona masuk. Pantauan ZEW Indicator Economic Sentiment di Jerman telah menurun drastis pada bulan Febuari, karena takut oleh adanya virus yang mungkin saja mempengaruhi perdagangan dunia.

6. Ekonomi Singapura Bisa Minus 7%

Singapura kembali memangkas target pertumbuhan ekonominya tahun ini imbas pandemi virus corona. Setelah sebelumnya pada kuartal I, ekonomi Singapura mengalami kontraksi.

Pada kuartal I-2020, ekonomi Singapura mengalami kontraksi dengan minus 4,7%. Jauh lebih baik dari proyeksi kontraksi sebelumnya -7,4%.

Menurut Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, ekonomi Singapura diprediksi akan minus 4,0% hingga 7,0% tahun ini atau mengalami resesi (kemerosotan ekonomi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini