Emirates dan Etihad Airways Perpanjang Potong Gaji Karyawan hingga September

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 320 2226323 emirates-dan-etihad-airways-perpanjang-potong-gaji-karyawan-hingga-september-ohSDf3NYS3.png Emirates dan Etihad Perpanjang Potong Gaji Karyawan (Foto: Reuters)

JAKARTA - Dampak pandemi virus corona atau Covid-19, maskapai penerbangan Emirates dan Etihad Airways memperpanjang pemotongan gaji karyawan hingga September 2020. Hal ini dilakukan untuk bisa bertahan dan menyimpan cashflow selama pandemi belum berakhir.

"Emirates Dubai menginformasikan kepada seluruh karyawan pada hari Minggu bahwa mereka akan memperpanjang pemotongan upah tiga bulan yang akan berakhir bulan ini hingga 30 September," demikian email internal Emirates kepada karyawannya seperti dikutip Reuters, Jakarta, Senin (8/6/2020).

"Keputusan itu dibuat setelah meninjau semua opsi yang mungkin untuk mempertahankan posisi kasnya," tulis email tersebut.

Baca Juga: Paket Bantuan Tak Buat Maskapai Urungkan Niat PHK 

Emirates sebelumnya sudah mengurangi upah sebesar 25% hingga 50% selama tiga bulan sejak April, dengan karyawan junior dibebaskan.

Sementara, Etihad Airways telah memperpanjang pemotongan gajinya antara 25% hingga 50% hingga September. Hal ini untuk mempertimbangkan semua opsi untuk melindungi pekerjaan dan menghemat uang.

Baca Juga: China-AS Saling Balas Kebijakan Larangan Penerbangan 

Maskapai ini awalnya mengurangi gaji untuk bulan April.

"April ini, Etihad memberhentikan beberapa awak kabin dan tidak menggunakan redudansi awak lebih lanjut," katanya menurut email yang dilihat oleh Reuters.

Selain itu, telah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di beberapa unit bisnis maskapai tersebut. Bahkan Etihad berencana memecat sebanyak 1.200 karyawannya.

Emirates dan Etihad telah melakukan PHK karena bisnisnya tertekan. Sementara Qatar Airways bisa memberhentikan karyawannya hingga 20%.

Industri penerbangan adalah salah satu yang paling terpukul akibat virus corona yang telah mengurangi permintaan perjalanan dan memaksa maskapai besar untuk melakukan PHK karyawan dan mencari dana talangan pemerintah.

Maskapai penerbangan Emirates dan Etihad telah mengoperasikan layanan terbatas, sebagian besar keluar dari Uni Emirat Arab pada Maret.

Mereka akan memulai kembali penerbangan bulan ini setelah UEA pekan lalu mencabut penangguhan layanan di mana penumpang berhenti di negara itu untuk berganti pesawat, atau untuk mengisi bahan bakar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini