Iuran Tapera Potong Gaji, Berbentuk Tabungan tapi Buruh Ingin Rumah Jadi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 09 Juni 2020 03:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 08 470 2226488 iuran-tapera-potong-gaji-berbentuk-tabungan-tapi-buruh-ingin-rumah-jadi-covFVLYSq9.jpg Pemerintah Terbitkan PP Tabungan Perumahan Rakyat. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pekerja atau buruh meminta kejelasan soal Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Saat ditarik iuran untuk Tapera, lantas di mana realisasi pembangunan rumah nantinya?

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengharapkan pemerintah bertanggung jawab memastikan agar setiap warga negara, termasuk kaum buruh, bisa mempunyai rumah.

Presiden KSPI Said Iqbal meminta program Tapera jangan hanya menjadi tabungan para peserta. Tapi harus benar-benar direalisasikan dalam bentuk rumah.

“Bukan hanya mengumpulkan tabungan kemudian meminta peserta untuk membeli rumah sendiri. Jika hanya berbentuk tabungan, maka buruh tetap saja akan kesulitan untuk membeli rumah,” ujarnya.

Sebagai informasi, Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan mulai beroperasi pada 2021. Nantinya, program yang mengambil iuran dari pemotongan gaji pekerja ini memiliki syarat menjadi peserta yakni pekerja berpenghasilan maksimal Rp12 juta.

Baca Selengkapnya: Gaji Dipotong demi Iuran Tapera, Buruh Ingin Rumah Bukan Tabungan

 

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini