Mengenaskan, Penyu Ini Mati Setelah Makan Plastik yang Disangka Ubur-Ubur

Rabu 10 Juni 2020 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 320 2227484 mengenaskan-penyu-ini-mati-setelah-makan-plastik-yang-disangka-ubur-ubur-WjeXnh5Fot.jpg Ilustrasi Penyu Mati. (Foto: BKSDA Bengkulu/VOA Indonesia)

JAKARTA - Sampah bukan hanya mencemari lingkungan hidup namun juga mengancam keberlangsungan hidup tanaman dan satwa. Menurut sejumlah pakar lingkungan, sampah bahkan bisa menjadi 'predator' biota laut.

Sampah masih menjadi ancaman serius bagi biota laut hingga saat ini. Biota laut bahkan lebih terdampak buruk sampah dibanding satwa darat. Ketua Protection of Forest and Fauna (ProFauna) Indonesia, Rosek Nursahid membeberkan fakta yang ditemui tentang satwa laut yang menjadi korban sampah.

Baca Juga : Menteri Edhy 5 Hari Susuri Sulawesi, Ekspor Tuna Beku hingga Cek Produksi Perikanan

"Jadi kami di beberapa daerah seperti Sumatera Barat, dan Kalimantan Timur, pernah menemukan penyu yang mati setelah diautopsi ternyata di dalam tubuhnya banyak sampah plastik," kata Rosek.

Menikmati Surga Bawah Laut di Pulau Menjangan yang Sakral

Lanjut Rosek, bukan tanpa sebab penyu memakan sampah di lautan. Sampah kerap dianggap penyu ubur-ubur, salah satu makanannya. Dengan kata lain, lambat laun sampah-sampah yang mencemari lautan bakal menjadi masalah besar dan membunuh penyu-penyu yang ada. "Itu salah satu contoh korban sampah yang nyata adalah satwa penyu," sebutnya, seperti dikutip VOA Indonesia, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga : Di Atas Paddle, Susi Pudjiastuti Ingatkan Soal Sampah hingga Illegal Fishing

Satwa lain yang terdampak sampah adalah mamalia laut seperti paus. Keberadaan sampah di laut akan memengaruhi kehadiran hewan laut kecil seperti plankton yang merupakan makanan paus. Berkurangnya plankton yang menjadi makanan paus itu akan memengaruhi keberlangsungan hidup mamalia tersebut.

Tidak sampai di situ, sampah juga mempengaruhi perkembangan terumbu karang. Sampah di lautan mampu menghalangi sinar matahari masuk ke dalam lautan karena terumbu karang membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis. Dengan kata lain, kehadiran sampah bisa mengganggu perkembangan biota laut.

Menikmati Surga Bawah Laut di Pulau Menjangan yang Sakral

"Ketika terumbu karang terpengaruh otomatis akan berdampak terhadap perkembangan ikan-ikan terumbu. Nah, ikan-ikan terumbu yang terdampak akan berpengaruh terhadap ikan besar. Artinya itu akan juga berpengaruh terhadap tangkapan para nelayan," jelas Rosek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini