Share

Pelunasan Utang Jatuh Tempo Garuda Indonesia Diperpanjang 3 Tahun

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 10 Juni 2020 19:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 10 320 2227838 pelunasan-utang-jatuh-tempo-garuda-indonesia-diperpanjang-3-tahun-A3C9Sml7zK.jpg Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berhasil memperoleh persetujuan sukukholders atas Consent Solicitation perpanjangan masa pelunasan global sukuk limited senilai USD 500 juta. Di mana, pelunasan diperpanjang selama 3 tahun dari waktu jatuh tempo yang semula pada 3 Juni 2020.

Sesuai dengan hasil pemungutan suara pada Rapat Umum Pemegang Sukuk pada hari ini, Rabu 10 Juni 2020 persetujuan suara yang diberikan adalah 90,88% atau sebesar USD454.391.000 dari seluruh pokok sukuk.

 Baca juga: Kapasitas Ditambah, Bos Garuda Incar Penumpang Perjalanan Dinas hingga Traveller

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut dengan diperolehnya persetujuan atas Consent Solicitation perpanjangan masa pelunasan global sukuk ini, Garuda Indonesia tentunya optimistis menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya pemulihan kinerja Garuda Indonesia yang terdampak atas pandemi Covid-19.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan para sukukholders terhadap keberlangsungan dan masa depan bisnis Garuda Indonesia dimasa yang penuh tantangan ini," ujar dia pada keterangan tertulisnya, Rabu (10/6/2020).

 Baca juga: Garuda Indonesia Pastikan Tiket Pesawat Tidak Naik

Sebelumnya, Garuda Indonesia, menyiapkan usulan untuk perpanjangan waktu pelunasan Trust Certificates (Garuda Indonesia Global Sukuk Limited) senilai USD500 juta yang akan jatuh tempo pada tanggal 3 Juni 2020 mendatang.

Usulan perpanjangan waktu pelunasan global sukuk yang akan jatuh tempo tersebut diajukan untuk jangka waktu minimal tiga tahun dan disampaikan melalui proposal permohonan persetujuan (consent solicitation) kepada pemegang sukuk (sukukholder).

Usulan tersebut disampaikan melalui Singapore Exchange (SGX) dengan informasi keterbukaan di Indonesia Stock Exchange (IDX) dan kepada ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini