Produksi Batu Bara RI 228 Juta Ton, Setara 42% dari Target

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 11 Juni 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 11 320 2228107 produksi-batu-bara-ri-228-juta-ton-setara-42-dari-target-fqSZwCc3oG.jpg Batu Bara (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi produksi batu bara tahun 2020 hingga bulan Mei mencapai 228 juta ton. Sementara realisasi penggunaan untuk kepentingan domestik (Domestic Market Obligation/DMO) mencapai 53,55 juta ton.

Baca Juga: Tren Menurun, Harga Acuan Batu Bara Juni Terkoreksi ke USD52,9/Ton 

Realisasi produksi batu bara, menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, masih sesuai dengan target, serta diproyeksikan akan mampu memenuhi target produksi nasional tahun 2020 sebesar 550 juta ton.

"Realisasi produksi batu bara sampai 31 Mei kemarin masih sesuai dengan target produksi batu bara nasional tahun 2020, di mana mencapai 42% dari rencana yang ditetapkan. Proyeksi produksi batu bara sampai Desember 2020 juga diperkirakan dapat mencapai target 550 juta ton," kata Agung seperti dilansir situs resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga: Harga Batu Bara Turun, Kementerian ESDM: Stok di India dan China Tinggi 

Sementara realisasi ekspor batu bara hingga Mei 2020 mencapai 175,15 juta ton, setara dengan USD7,77 miliar. Prognosa volume ekspor tahun 2020 dipatok sebesar 435 juta ton.

Agung juga mengungkapkan kebutuhan dan perdagangan batu bara di pasar internasional pada 2020 diperkirakan mengalami penurunan karena adanya pandemi Covid-19. Saat ini, Indonesia juga sedang melakukan penjajakan untuk melakukan ekspor ke beberapa negara berkembang lainnya.

"Penjajakan pasar ekspor batu bara ke negara-negara berkembang lainnya, seperti Vietnam, Bangladesh, dan Pakistan. Selain itu, akan melakukan peningkatan efisiensi rantai suplai batubara negara importir batubara serta melakukan direct contract atau direct shipping ke negara-negara importir," pungkasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini