JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta menegaskan implementasi ganjil genap di mal tidak akan diterapkan saat Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) transisi di wilayah Jakarta, 15 Juni 2020.
Menurut Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat, pihak pengelola mal di Jakarta akan menerapkan protokol kesehatan salah satunya dengan mengatu jumlah pengunjung. "Jadi sudah jelas untuk pusat belanja yang kita jaga adalah jumlah pengunjung," tutur Ellen, Jakarta, Jumat (12/6/2020).
Baca Juga: Masuk Mal Akan Gunakan Sistem QR Code? Pengusaha: Silakan Saja
Ellen mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, ganjil genap dilakukan di kios-kios yang ada di pasar. Hal tersebut karena sulit mengatur jumlah pengunjung yang datang.
"Hari ini kios ganjil, besok kios genap, dan seterusnya. Karena memang agak sulit mengatur untuk jumlah pengunjung.," ujarnya.
Baca Juga: Dibuka 15 Juni, Begini Cara Masuk Mal di Era New Normal
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencontohkan nantinya pasar seperti kios atau toko akan dibuka berdasarkan harinya.
"Toko dengan nomor ganjil buka di tanggal ganjil. Toko dengan nomor genap dibuka pada tanggal genap," ujarnya.
Anies Baswedan mengatakan bahwa semua kegiatan apapun di Jakarta akan beroperasi dengan kapasitas 50%. Hal ini agar dapat menghentikan penularan virus Corona atau Covid-19.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.