Terjangkit Covid-19, Keuntungan Perbankan AS Anjlok hingga 70%

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 17 Juni 2020 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 17 320 2231553 terjangkit-covid-19-keuntungan-perbankan-as-anjlok-hingga-70-GubzCBqU8v.jpg AS (Reuters)

JAKARTA – Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat industri perbankan melesu. Hal ini terlihat dari anjloknya keuntungan Perbankan Amerika Serikat (AS) hingga 69,6% atau 70% menjadi USD18,5 miliar di kuartal I-2020.

Melansir Reuters, Jakarta, Rabu (17/6/2020), Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) melaporkan bahwa aktivitas ekonomi yang memburuk membuat perbankan menghapus kredit macet dan menyisihkan miliaran dolar untuk menjaga terhadap kerugian di masa depan. Bahkan sekitar 7,3% bank mengalami kerugian.

Baca juga: Rekor Penjualan Ritel AS, Trump: Tertinggi Sepanjang Masa!

Berdasarkan hasil survei pemerintah, sejumlah industri sejak pandemi telah menutup kegiatannya. Dengan begitu, perbankan harus menyisihkan USD38,8 miliar untuk menutupi potensi kerugian pinjaman di masa depan. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah itu naik menjadi 280%.

Sementara, jumlah pinjaman bank yang menunggak mencapai 15%, terlebih kenaikan biaya penagihan 87% untuk pinjaman komersial dan industri. Lalu, jumlah pinjaman tidak lancar naik sekira 7,3% dari kuartal sebelumnya.

Baca juga: The Fed Ramal Ekonomi AS Bakal Turun 6,5% Tahun Ini

Meskipun mengalami kemunduran, Ketua FDIC Jelena McWilliams mengatakan bank tetap secara efektif melayani klien dalam krisis. Bahkan, ia meyakini bahwa perbankan merupakan sumber kekuatan ekonomi suatu negara.

"FDIC lahir dari krisis, dan kami sekarang menemukan diri kami di tengah-tengah periode yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Jelena.

Baca juga: Hidupkan iPhone Curian, Ini Pesan Apple kepada Para Penjarahnya

Mayoritas investor mencabut dananya dari pasar modal, sehingga membuat lonjakan yang besar pada dana deposito sebesar 8,5% atau naik USD1,2 triliun Tak hanya itu, saldo pinjaman juga melonjak karena banyak perusahaan yang mengajukan kredit ke perbankan.

FDIC mencatat untuk pertama kalinya sejak 2011, jumlah total bank yang bermasalah bertumbuh dari 51 menjadi 54 perusahaan pada kuartal pertama.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini