Ketidakpastian Pasar Keuangan Menurun, Begini Penjelasan Bos BI

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 320 2232273 covid-19-dinilai-mereda-bi-sebut-ketidakpastian-pasar-keuangan-menurun-NxV588fNjN.jpg Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan bahwa kontraksi perekonomian global akan berlanjut. Akan tetapi, ketidakpastian pasar keuangan global menurun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ketidakpastian tersebut menurun sejalan dengan penyebaran Covid-19 yang melandai. Apalagi, kontraksi volume perdagangan dunia dan penurunan harga komoditas terlihat tidak sedalam prakiraan sebelumnya.

 Baca juga: Akhirnya BI Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,25%

"Berbagai stimulus kebijakan fiskal dan moneter terus ditempuh banyak negara guna memitigasi risiko kontraksi perekonomian," ujarnya dalam telekonferensi, Jakarta, Kamis (18/6/2020).

Menurut Perry, pembukaan kembali pembatasan kegiatan ekonomi (lockdown) dengan mempertimbangkan penyebaran COVID-19 yang melandai, mulai mendorong kegiatan ekonomi di beberapa negara. Berbagai indikator dini pada Mei 2020 secara bertahap membaik.

 Baca juga: Tertekan Covid-19, BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 0,9%-1,9%

"Seperti kinerja sektor manufaktur yang tercermin dari kenaikan Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur dan konsumsi listrik di Tiongkok, pertumbuhan positif sektor properti di Tiongkok dan Amerika Serikat, serta perbaikan PMI jasa di Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, meskipun masih pada level yang rendah," ujarnya.

Perkembangan ini, lanjutnya, mengurangi ketidakpastian di pasar keuangan global dan mendorong aliran modal global ke negara berkembang. Serta mengurangi tekanan nilai tukar mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

(rzy.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini