Selain Covid-19, Simak Penyebab Ekonomi Kuartal II Paling Rendah

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 18 Juni 2020 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 18 320 2232331 selain-covid-19-simak-penyebab-ekonomi-kuartal-ii-paling-rendah-AyUzpcGb93.jpg Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menjelaskan beberapa faktor yang membuat perekonomian pada kuartal II tahun ini akan tumbuh paling rendah dibandingkan kuartal I, III dan IV. Faktor tersebut di antaranya menurunnya ekspor hingga investasi.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional diprakirakan menurun pada triwulan II 2020, meskipun perkembangan terkini menunjukkan tekanan mulai berkurang. Melihat polanya, ekonomi RI pada kuartal II-2020 turun paling dalam.

Baca Juga: Tertekan Covid-19, BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hanya 0,9%-1,9%

"Ekspor menurun sejalan dengan kontraksi perekonomian global, sementara konsumsi rumah tangga dan investasi menurun sejalan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang mengurangi akitivitas ekonomi," tuturnya, dalam telekonferensi, Kamis (18/6/2020).

Kendati demikian, kata Perry, perkembangan pada Mei 2020 mengindikasikan tekanan terhadap perekonomian domestik mulai berkurang. Kontraksi ekspor terlihat tidak sedalam prakiraan sebelumnya sejalan peningkatan permintaan dari Tiongkok.

Baca Juga: Erick Thohir Sebut Hanya 10% Kinerja Perusahaan BUMN Tahan Covid-19

Beberapa indikator dini permintaan domestik juga mengindikasikan perekonomian telah berada di level terendah dan mulai memasuki tahapan pemulihan seperti tercermin dari penjualan semen, penjualan ritel, PMI, dan ekspektasi konsumen yang lebih baik dari capaian bulan sebelumnya.

"Bank Indonesia memprakirakan proses pemulihan ekonomi mulai menguat pada triwulan III 2020 sejalan relaksasi PSBB sejak pertengahan Juni 2020 serta stimulus kebijakan yang ditempuh," tuturnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun diprakirakan menurun pada kisaran 0,9%-1,9% pada 2020 dan kembali meningkat pada kisaran 5,0%-6,0% pada 2021 didorong dampak perbaikan ekonomi global dan stimulus kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh dapat semakin efektif dalam mendorong pemulihan ekonomi selama dan pasca Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini