Ada Stimulus untuk Penerbit Efek, Ini Keringanan yang Diberikan KSEI

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 21 Juni 2020 14:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 21 278 2233811 ada-stimulus-untuk-penerbit-efek-ini-keringanan-yang-diberikan-ksei-25s2Bx3Ftk.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan memberikan relaksasi keringanan biaya kepada penerbit Efek. Hal ini sejalan dalam upaya mendukung program pemerintah dalam meredam dampak Pandemi Covid-19 terhadap aktivitas perekonomian nasional, Self-Regulatory Organization (SRO) melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan serangkaian stimulus yang akan diberikan kepada stakeholders pasar modal.

Mengutip keterangan tertulis, Jakarta, Senin (21/6/2020), relaksasi tersebut berupa pembebasan biaya penggunaan e-Proxy, pembebasan biaya Pendaftaran Efek Awal atas Efek yang diterbitkan melalui Equity Crowdfunding (ECF), dan pengurangan Biaya Pendaftaran Efek Tahunan sebesar 50% atas Efek yang diterbitkan melalui ECF.

 Baca juga: BEI Beri Stimulus Pasar Modal, Emiten Bisa Diskon Biaya Pencatat Saham

Selanjutnya, KSEI juga memberikan stimulus kepada Perusahaan Efek dan Bank Kustodian berupa pemberian alternatif jaringan koneksi menggunakan Virtual Private Network (VPN). Serta, penyesuaian biaya penyimpanan (safekeeping fees) sebesar 10% dari sebelumnya 0,005% per tahun menjadi 0,0045% per tahun.

Stimulus lainnya yakni dukungan kepada Industri Reksadana berupa pemberian alternatif jaringan koneksi menggunakan VPN, Penyesuaian Biaya Bulanan Produk Investasi untuk Produk Investasi yang terdaftar, dan Pembebasan Biaya Pendaftaran Produk Investasi yang didaftarkan.

Baca juga: 10 Perusahaan Tbk Indonesia yang Masuk Jajaran Paling Top Se-Asean, Begini Performanya

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan serangkaian stimulus yang akan diberikan kepada stakeholders pasar modal. Tujuan dari stimulus ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi yang sedang dihadapi oleh segenap stakeholders Pasar Modal Indonesia.

Aturan tersebut melalui surat Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-168/D.04/2020 mengenai Persetujuan Relaksasi Kebijakan dan Stimulus Self-Regulatory Organization (SRO) kepada Stakeholder.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini