Travel Bubble Jadi Solusi untuk Tarik Investasi di Luar Negeri?

Minggu 21 Juni 2020 21:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 21 320 2233883 travel-bubble-jadi-solusi-untuk-tarik-investasi-di-luar-negeri-4tOMuXciX6.jpg

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berencana membuka travel bubble dengan empat negara yaitu China, Korea Selatan, Jepang dan Australia ketika penyebaran virus corona telah mereda. Langkah ini diharapkan dapat menggairahkan kembali perekonomian lintas negara, termasuk juga mendatangkan wisatawan mancanegara.

Namun Indonesia juga masih melakukan pembicaraan dengan beberapa negara ASEAN lain untuk menjalin kerja sama serupa. “Travel bubble” adalah kebijakan membuka perbatasan negara secara terbatas dengan beberapa negara saja.

 Baca juga: Corona oh Corona, Bikin Kepala BKPM Pangkas Lagi Target Investasi Jadi Rp817 Triliun

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu mengatakan ada dua kriteria yang ditetapkan sebelum travel bubble dilakukan. Adapun ketetapan tersebut yaitu adanya kesepakatan mengenai protokol kesehatan dan keputusan dari Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 yang terdiri dari para praktisi dan ahli epidemologi.

Jika travel bubble dibuka, kata Odo, maka yang akan melakukan kunjungan dalam waktu dekat mungkin bukan turis saja, tetapi para pelaku usaha. Dia menjelaskan alasan membuka “travel bubble” dengan China, Korea Selatan, Jepang dan Australia adalah karena Indonesia memiliki hubungan erat dengan keempat negara tersebut.

 Baca juga; Usia 20 Tahun Jangan Takut Berinvestasi

Pertimbangan lainnya adalah banyaknya investasi dari negara-negara tersebut di Indonesia. Untuk itu pemerintah, lanjut Odo, akan mendorong penerbangan langsung dengan negara mitra yang sama-sama menerapkan travel bubble.

Lebih jauh Odo menggarisbawahi pembukaan travel bubble tidak hanya akan memperhatikan aspek ekonomi semata, tetapi juga aspek kesehatan. Jika negara yang dituju masih tinggi tingkat transmisi dan trennya terus menerus maka travel bubble tidak bisa dilakukan.

“Kan sekarang Beijing tiba-tiba ada outbreak lagi, Seoul ada outbreak lagi. Travel bubble ini untuk menciptakan rasa aman bagi business traveller atau pelancong. Travel bubble itu orang merasa yakin ketika melakukan perjalanan tidak akan tertular dengan Covid-19,” ujarnya mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Minggu (21/6/2020).

 Baca juga: Target Investasi 2020 Direvisi, Pemerintah Harus Gencar Tarik Investor

Ditambahkannya, jika melihat laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, tidak semua daerah di Indonesia terdampak pandemi Covid-19 dan tidak semua daerah di Indonesia masuk dalam zona merah.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers hari Kamis (18/6) mengatakan beberapa negara telah memulai diskusi tentang pengaturan “travel bubble” ini, antara lain soal ruang lingkup koridor perjalanan, syarat dan ketentuan perjalanan dan protokol kesehatan yang akan diterapkan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini